PNLPNL

Jurnal VokasiJurnal Vokasi

Di era jaman digital saat ini dituntut berbagai keahlian dan keterampilan setiap lulusan teknik sipil. Namun pada kenyataannya masih sangat banyak lulusan SMK jurusan DPIB yang belum memiliki keterampilan sebagai bekal di dunia kerja. Permasalahan pada mitra dari Sekolah SMK Negeri 3 Singaraja jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB belum menngetahui apa itu BIM, Sumber daya guru dan siswa belum memiliki pengetahuan dan pemahaman konsep keterampilan teknis dalam mengoperasikan sistem BIM, Belum Mengetahui jenis-jenis software untuk mengaplikasikan BIM. Salah satu metode yang digunakan yaitu dengan Building Information Modeling (BIM) Dengan Software Autodesk Revit. Pemodelan menggunakan BIM adalah salah satu cara yang paling efektif untuk saat ini. BIM membantu memodelkan bentuk dari bangunan yang akan dibangun mulai dari bentuk 2D seperti tampak, potongan, dan denah hingga pemodelan dengan bentuk tiga dimensi (3D) dari bangunan tersebut. Selain itu BIM juga membantu dalam masalah penjadwalan proyek serta masalah estimasi harga. Metoda yang digunakan dalam kegiatan ini adalah survey langsung ke lapangan, memberikan penyuluhan / pelatihan melalui presentasi dan praktek membuat pemodelan menggunakan program BIM. mendapatkan informasi tentang penggunaan program Building Information Modelling (BIM) dalam merencanakan dan merancang suatu proyek. Hasil kegiatan pengabdian adalah keterampilan cara pengoperasian program BIM dengan revit. Transfer ilmu mengenai BIM dari Tim Pengabdian Masyarakat kepada masyarakat akan terjadi sehingga siswa SMK jurusan DPIB semakin mengerti dan memahami mengenai pengoperasian BIM dan cara penggambarannya.

Kegiatan pelatihan Building Information Modeling (BIM) dengan Autodesk Revit telah berhasil memberikan pendampingan dan meningkatkan keterampilan guru serta siswa Kelas XI Jurusan DPIB SMK Negeri 3 Singaraja dalam pengoperasian program tersebut.Melalui transfer ilmu dari tim pengabdian masyarakat, peserta pelatihan kini lebih mengerti dan memahami pengoperasian BIM serta cara penggambarannya.Hal ini secara signifikan berkontribusi pada peningkatan pemahaman dan keterampilan mereka dalam menggunakan pemodelan BIM.

Mengingat keberhasilan awal pelatihan Building Information Modeling (BIM) dengan Autodesk Revit di SMK Negeri 3 Singaraja, penelitian lanjutan perlu mendalami dampak dan pengembangan kompetensi secara lebih komprehensif. Pertama, studi dapat mengevaluasi secara jangka panjang bagaimana integrasi BIM ke dalam kurikulum formal jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) mempengaruhi kualitas proyek siswa dan kesiapan mereka menghadapi industri konstruksi. Ini akan melibatkan analisis perbandingan antara metode konvensional dan BIM dalam aspek akurasi, efisiensi waktu, serta kemampuan kolaborasi pada proyek riil di sekolah. Kedua, sangat penting untuk mengembangkan dan menilai efektivitas modul pelatihan BIM yang lebih maju, melampaui pemodelan dasar. Fokus bisa pada fitur-fitur kompleks seperti analisis struktural, estimasi kuantitas material otomatis, penjadwalan proyek berbasis BIM, atau simulasi energi bangunan, untuk memastikan siswa memiliki keterampilan analisis dan manajemen proyek yang komprehensif. Terakhir, penelitian komparatif terhadap berbagai platform perangkat lunak BIM, di luar Autodesk Revit, akan membantu mengidentifikasi solusi yang paling optimal dan terjangkau untuk kebutuhan pendidikan vokasi. Ini akan mempertimbangkan aspek kurva pembelajaran, biaya lisensi, dan relevansi dengan praktik industri lokal, membantu sekolah dalam investasi teknologi masa depan yang lebih strategis.

Read online
File size388.25 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test