POLNAMPOLNAM

JURNAL SIMETRIKJURNAL SIMETRIK

Building Information Modelling (BIM) merupakan salah satu kemajuan signifikan dalam teknologi dan komunikasi di industri jasa konstruksi. BIM menjadi salah satu perkembangan yang menjanjikan dalam sektor konstruksi. Dengan menggunakan teknologi BIM, model virtual bangunan, yang dikenal sebagai model informasi bangunan, dapat dibangun secara digital dan digunakan untuk perencanaan, desain, konstruksi, dan pemeliharaan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No. 22/PRT/M/2018 tentang Pembangunan Gedung Negara, penerapan BIM wajib untuk gedung negara tidak sederhana dengan luas di atas 2000 m² dan lebih dari dua lantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi penerapan BIM di antara pemangku kepentingan proyek konstruksi di Kota Ambon, Indonesia. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui survei, termasuk kuesioner dan wawancara dengan responden di industri konstruksi. Analisis menggunakan metode statistik deskriptif, termasuk Pengukuran Kecenderungan Sentral, Pengukuran Variabilitas, dan Indeks Kepentingan Relatif (RII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi penerapan BIM dalam proyek konstruksi di Kota Ambon adalah kurangnya pendidikan atau pelatihan BIM.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor penerapan BIM yang paling banyak dipilih oleh responden adalah kurangnya pendidikan atau pelatihan BIM.Selanjutnya, kurangnya pemahaman tentang manfaat penggunaan BIM juga menjadi faktor signifikan.Terakhir, mahalnya biaya perangkat lunak dan pembaruannya turut menghambat penerapan BIM.Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi para pemangku kepentingan dalam industri konstruksi di Kota Ambon untuk meningkatkan adopsi BIM.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan cakupan wilayah yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada Kota Ambon, melainkan mencakup seluruh Provinsi Maluku, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penerapan BIM. Kedua, penting untuk menginvestigasi lebih dalam mengenai efektivitas berbagai metode pelatihan BIM dan mengembangkan kurikulum pelatihan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri konstruksi lokal. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model adopsi BIM yang disesuaikan dengan karakteristik proyek konstruksi di Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran proyek, kompleksitas desain, dan ketersediaan sumber daya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan terarah bagi para pemangku kepentingan dalam meningkatkan penerapan BIM di industri konstruksi Indonesia, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas proyek konstruksi secara keseluruhan.

Read online
File size484.36 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test