IPDNIPDN

Jurnal Politik Pemerintahan Dharma PrajaJurnal Politik Pemerintahan Dharma Praja

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta memetakan hambatan sistemik multi-level dan interaksinya dalam penyelenggaraan kebijakan pendidikan inklusif di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Studi kualitatif ini menerapkan Teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner. Data dikumpulkan selama lima bulan dengan melibatkan 22 informan kunci (aparatur pemerintah, pendidik, orang tua, dan tokoh masyarakat) menggunakan teknik purposive dan snowball sampling, serta Triangulasi dilakukan dengan dokumen kebijakan daerah menggunakan analisis tematik hibrida. Hasil penelitian mengungkapkan adanya ketidakseimbangan beban yang di tanggung pada level mikrosistemik, serta kelemahan pada setiap level ekosistem. yang juga di perkuat oleh faktor geografis. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif menuntut perbaikan integrasi data Pemerintah serta pengesahan instrumen spesifik pada tingkat lokal, transformasi paradigma struktural pemerintah daerah, dan integrasi penanganan ekosistem pendidikan inklusif secara holistik. Penelitian ini terbatas pada cakupan geografis dan dinamika sosial-budaya satu kabupaten pulau tungal yang termasuk dalam daerah (3T) terdepan, terluar, dan tertinggal. Studi berkontribusi memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah, akademisi, dan praktisi dalam menyusun tata kelola pendidikan inklusif berbasis ekosistem yang berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada bentuk integrasi perspektif manajerial dan juga sosiologis untuk mengurai interaksi hambatan lintas level di wilayah kepulauan yang terisolasi secara komprehensif.

The issue of inclusive education cannot be resolved through partial sectoral interventions.rather, it requires holistic improvement of the entire regional education ecosystem.This study confirms that the challenges of inclusive education in Lembata Regency stem from an imbalance in the burdens borne by stakeholders at the microsystem level, as well as from deficiencies in interactions between ecosystem levels, which are further exacerbated by geographic isolation.The resilience and improvisation of microsystemic actors must be supported by their ecosystem.therefore, this study advocates a paradigm shift in systemic interventions.To reconstruct this fractured ecosystem, three strategic interventions are recommended.First, the government must improve data integration governance and enact local regulations on the implementation of inclusive education as a binding operational framework.Second, a paradigm shift in development is needed, where local policy planning shifts its focus from physical infrastructure to inclusive, human rights-based governance.it must collaborate with actors at the ecosystem level, namely non-governmental organizations (NGO), religious leaders, community leaders, and existing volunteer communities to develop and institutionalize appropriate local adaptation practices as innovations that combine formal and informal educational practices.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif di daerah-daerah dengan kondisi geografis dan sosial-budaya yang serupa dengan Lembata, agar dapat mengevaluasi efektivitas intervensi ekologis secara terukur. Selain itu, perlu dilakukan penelitian yang berfokus pada peran dan kontribusi aktor-aktor di tingkat ekosistem, seperti organisasi non-pemerintah, pemimpin agama, dan komunitas sukarelawan, dalam mendukung pendidikan inklusif. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif yang menggabungkan praktik pendidikan formal dan informal untuk menciptakan ekosistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan efektif.

  1. From Coordination to Convergence: A Collaborative Governance Model for Multi-sectoral Stunting Reduction... doi.org/10.18196/jgpp.v13i1.28137From Coordination to Convergence A Collaborative Governance Model for Multi sectoral Stunting Reduction doi 10 18196 jgpp v13i1 28137
  2. Geldenhuys. geldenhuys page requires frames click non version doi.org/10.15700/201503070804Geldenhuys geldenhuys page requires frames click non version doi 10 15700 201503070804
  3. The Urgency of Disability Accessibility in Gorontalo District Government Agencies | Journal La Sociale.... doi.org/10.37899/journal-la-sociale.v1i3.130The Urgency of Disability Accessibility in Gorontalo District Government Agencies Journal La Sociale doi 10 37899 journal la sociale v1i3 130
  4. Article | KnE Open. article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities... kneopen.com/kne-social/article/view/2351Article KnE Open article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities kneopen kne social article view 2351
Read online
File size555.05 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test