SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT
Jurnal Ilmiah PeuradeunJurnal Ilmiah PeuradeunLand degradation has emerged as a critical global issue, with significant implications for food security, agricultural productivity, and environmental sustainability. In Indonesia, this problem is deeply intertwined with land politics, where land ownership and access inequities exacerbate the challenges posed by soil erosion, unsustainable agricultural practices, and socio-economic transitions. This study examines the relationship between land degradation and food security, focusing on how agrarian politics influence these dynamics. Through a qualitative approach systematic literature review, we analyzed articles from the Scopus database using VOSviewer to identify critical patterns and themes. The findings highlight that dryland farming areas in Indonesia are particularly vulnerable, with land degradation being aggravated by urbanization, economic pressures, and socio-political factors such as unequal land ownership and inadequate policy implementation. While agrarian reform initiatives have been proposed to address disparities in land access and improve resource distribution, their effectiveness remains limited due to insufficient community involvement and a lack of integration between local socio-ecological knowledge and policy frameworks. This research underscores the need for a comprehensive approach to land management that integrates equitable land policies, community participation, and sustainable agricultural practices. By addressing the socio-political dimensions of land use and degradation, Indonesia can enhance food security and create a more resilient agricultural sector.
Land degradation in Indonesia is intricately linked to land politics and food security.Unequal access to land, unsustainable farming practices, and poorly designed policies exacerbate land degradation, poverty, and food insecurity among farmers.The study emphasizes the need for comprehensive agrarian reform that integrates ecological, social, and economic considerations.It highlights the importance of incorporating indigenous knowledge and adopting a participatory approach involving local communities in land reform efforts.
Untuk memahami lebih dalam tentang dampak politik lahan terhadap keamanan pangan di Indonesia, penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada bagaimana reformasi agraria yang lebih inklusif dapat diimplementasikan. Ini melibatkan penelitian tentang cara terbaik untuk mengintegrasikan pengetahuan lokal dan partisipasi masyarakat dalam kebijakan lahan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari kebijakan lahan yang berkelanjutan terhadap produktivitas pertanian dan keamanan pangan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan tentang cara mengatasi ketidaksetaraan akses lahan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak kebijakan lahan yang berkelanjutan terhadap produktivitas pertanian dan keamanan pangan, serta bagaimana kebijakan ini dapat diadaptasi untuk berbagai kondisi lokal di Indonesia.
- The Current Situation and Trend of the Labor Force of Mining Sector in Mongolia | Jurnal Ilmiah Peuradeun.... journal.scadindependent.org/index.php/jipeuradeun/article/view/175The Current Situation and Trend of the Labor Force of Mining Sector in Mongolia Jurnal Ilmiah Peuradeun journal scadindependent index php jipeuradeun article view 175
- Poverty and the Curse of Natural Resources in Indonesia | Journal of Contemporary Governance and... doi.org/10.46507/jcgpp.v4i1.92Poverty and the Curse of Natural Resources in Indonesia Journal of Contemporary Governance and doi 10 46507 jcgpp v4i1 92
- One moment, please.... moment please wait request verified doi.org/10.58835/jspi.v4i1.306One moment please moment please wait request verified doi 10 58835 jspi v4i1 306
- Full article: Climate rentierism after coal: forests, carbon offsets, and post-coal politics in the Appalachian... doi.org/10.1080/03066150.2022.2078710Full article Climate rentierism after coal forests carbon offsets and post coal politics in the Appalachian doi 10 1080 03066150 2022 2078710
| File size | 536.74 KB |
| Pages | 36 |
| DMCA | Report |
Related /
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penelitian dilaksanakan di Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan fokus pada program studi PAI. Subjek penelitianPenelitian dilaksanakan di Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan fokus pada program studi PAI. Subjek penelitian
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Kebebasan politik era Reformasi telah membuka peluang bagi kebangkitan gerakan sosial di Indonesia. Reformasi telah memungkinkan struktur politik yangKebebasan politik era Reformasi telah membuka peluang bagi kebangkitan gerakan sosial di Indonesia. Reformasi telah memungkinkan struktur politik yang
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Guru Pendidikan Agama Islam menunjukkan kebiasaan kuat dalam menggunakan teknologi untuk mendukung keterlibatan dan pemahaman peserta didik. Strategi utamaGuru Pendidikan Agama Islam menunjukkan kebiasaan kuat dalam menggunakan teknologi untuk mendukung keterlibatan dan pemahaman peserta didik. Strategi utama
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Dengan menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan mengungkapkanDengan menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan mengungkapkan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Terapi Acupressure PC6 ini merupakan terapi non-farmakologi dengan melakukan penekanan menggunakan jari pada titik pericardium 6 yaitu di 3 jari diatasTerapi Acupressure PC6 ini merupakan terapi non-farmakologi dengan melakukan penekanan menggunakan jari pada titik pericardium 6 yaitu di 3 jari diatas
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya ada satu faktor risiko yang signifikan, yaitu adanya anggota keluarga yang merokok di dalam rumah. Faktor-faktorHasil penelitian menunjukkan bahwa hanya ada satu faktor risiko yang signifikan, yaitu adanya anggota keluarga yang merokok di dalam rumah. Faktor-faktor
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nugget tinggi protein terhadap peningkatan berat badan pada balita wasting usia 12-59 bulanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nugget tinggi protein terhadap peningkatan berat badan pada balita wasting usia 12-59 bulan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Model pembelajaran berbasis masalah efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar. Siswa yang belajar dengan model iniModel pembelajaran berbasis masalah efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar. Siswa yang belajar dengan model ini
Useful /
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data melalui tinjauan pustaka dan wawancara. Hasil tinjauan pustaka dan wawancara menjadiPenelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data melalui tinjauan pustaka dan wawancara. Hasil tinjauan pustaka dan wawancara menjadi
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis konteks dan kreativitas untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar pada materiPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis konteks dan kreativitas untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar pada materi
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Subjek dalam penelitian ini adalah 30 sampel dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Untuk pemeriksaan kultur dan identifikasi SalmonellaSubjek dalam penelitian ini adalah 30 sampel dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Untuk pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Tingkat kecemasan responden pertama menurun dari skor 27 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden kedua menurun dari skor 25 (kecemasanTingkat kecemasan responden pertama menurun dari skor 27 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden kedua menurun dari skor 25 (kecemasan