ITNITN
INFOMANPROINFOMANPROBupati Blitar mengeluarkan Peraturan Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pengadaan Jasa Konstruksi Pemerintah melalui unit layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Di Kabupaten Blitar diwajibkan membentuk ULP (Unit Layanan Pengadaan) untuk pelaksanaan e‑procurement yang memanfaatkan fasilitas teknologi dan komunikasi sebagai implementasi manajemen informasi proyek. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor‑faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan pengadaan jasa kontruksi secara elektronik di Kabupaten Blitar serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda terhadap data kuesioner dari 70 responden (PPK, Pejabat Pengadaan/Panitia Pengadaan/Pokja ULP, dan Penyedia Jasa). Hasil menunjukkan bahwa Sumber Daya Manusia (X1), Sarana dan Prasarana (X2), Regulasi (X3), Biaya (X4), Organisasi (X5), dan Waktu (X6) berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengadaan jasa kontruksi secara online, dengan faktor biaya (X4) menjadi faktor paling dominan (β = 0,819).
Berdasarkan analisis F dan t, semua variabel yaitu sumber daya manusia, sarana dan prasarana, regulasi, biaya, organisasi, serta waktu secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengadaan jasa kontruksi secara elektronik di Kabupaten Blitar.Faktor biaya terbukti menjadi variabel paling dominan dengan koefisien standar tertinggi (β = 0,819).Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan biaya dalam meningkatkan kinerja e‑procurement pada sektor konstruksi daerah.
Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana kompetensi digital tenaga kerja pengadaan memengaruhi efektivitas e‑procurement, dengan pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan khusus. Selain itu, studi tentang kesiapan serta tingkat adopsi teknologi oleh penyedia jasa dapat mengungkap peran faktor biaya sebagai variabel dominan, sehingga memberikan insight tentang mekanisme penurunan biaya melalui inovasi teknologi. Selanjutnya, dilakukan penelitian longitudinal yang membandingkan efektivitas e‑procurement di beberapa kabupaten, guna mengevaluasi pengaruh konteks kelembagaan, infrastruktur, dan kebijakan regional terhadap keberhasilan implementasi sistem elektronik dalam pengadaan publik.
| File size | 246.29 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Kasus PT Istaka Karya bukan merupakan anomali, melainkan konsekuensi logis dan tragis dari sistem ini, yang mengakibatkan penderitaan berantai hingga levelKasus PT Istaka Karya bukan merupakan anomali, melainkan konsekuensi logis dan tragis dari sistem ini, yang mengakibatkan penderitaan berantai hingga level
MYJOURNALMYJOURNAL Penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, locus of control, dan inklusi keuangan secara positif dan signifikan memengaruhi perilaku keuangan pelakuPenelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, locus of control, dan inklusi keuangan secara positif dan signifikan memengaruhi perilaku keuangan pelaku
MYJOURNALMYJOURNAL Selain itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat literasi keuangan memengaruhi perilaku keuangan, sikap keuangan, dan pengetahuan keuanganSelain itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat literasi keuangan memengaruhi perilaku keuangan, sikap keuangan, dan pengetahuan keuangan
UNIDAYANUNIDAYAN Prototipe ini terbukti efektif dan responsif terhadap perubahan cuaca serta memberikan kemudahan bagi pengguna dalam pengendalian jarak jauh melalui Telegram.Prototipe ini terbukti efektif dan responsif terhadap perubahan cuaca serta memberikan kemudahan bagi pengguna dalam pengendalian jarak jauh melalui Telegram.
UNIDAYANUNIDAYAN Sistem berhasil memberikan peringatan melalui buzzer dan menampilkan informasi kondisi air secara real-time pada aplikasi yang terhubung. Berdasarkan hasilSistem berhasil memberikan peringatan melalui buzzer dan menampilkan informasi kondisi air secara real-time pada aplikasi yang terhubung. Berdasarkan hasil
AMAYOGYAKARTAAMAYOGYAKARTA Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t diperoleh t hitung sebesar 5,071 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil uji F KualitasHal ini ditunjukkan dari hasil uji t diperoleh t hitung sebesar 5,071 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil uji F Kualitas
UNRIKAUNRIKA Berdasarkan h a sil a na li si s menunjukan bahwa Hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan bahw a terdapat pengaruh yangBerdasarkan h a sil a na li si s menunjukan bahwa Hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan bahw a terdapat pengaruh yang
UNIVMEDUNIVMED Tidak ada korelasi signifikan antara hematokrit (r=0,11; p=0,301), albumin serum (r=0,003; p=0,981), dan efusi pleura atau asites (r=0,75; p=0,692) denganTidak ada korelasi signifikan antara hematokrit (r=0,11; p=0,301), albumin serum (r=0,003; p=0,981), dan efusi pleura atau asites (r=0,75; p=0,692) dengan
Useful /
GUNUNGSARIGUNUNGSARI Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memilikiJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memiliki
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Nilai kuat tekan optimum dicapai pada variasi HSC2 dengan substitusi semen 10% fly ash dan 1% serat polypropilene, menghasilkan kuat tekan 87. DemikianNilai kuat tekan optimum dicapai pada variasi HSC2 dengan substitusi semen 10% fly ash dan 1% serat polypropilene, menghasilkan kuat tekan 87. Demikian
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Kejelasan pembagian tugas dan mandat antar-lembaga menjadi faktor penentu dalam tercapainya efektivitas pembiayaan, karena setiap lembaga membawa otoritasKejelasan pembagian tugas dan mandat antar-lembaga menjadi faktor penentu dalam tercapainya efektivitas pembiayaan, karena setiap lembaga membawa otoritas
UNIVMEDUNIVMED Subjek dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 32 dan 30 anak, kelompok probiotik (probiotik emolien) dan kelompok kontrol (emolien), secara berturut-turut.Subjek dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 32 dan 30 anak, kelompok probiotik (probiotik emolien) dan kelompok kontrol (emolien), secara berturut-turut.