UNIBABWIUNIBABWI

Transformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan MatematikaTransformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan spatial reasoning, visualisasi, dan representasi matematis mahasiswa Pendidikan Matematika dalam menyelesaikan dua soal geometri ruang. Penelitian menggunakan metode gabungan (mix-method) dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah 19 mahasiswa angkatan 2025. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes menggunakan instrumen soal sebanyak dua item. Soal pertama berkaitan dengan penentuan lintasan terpendek pada permukaan kubus melalui unfolding, sedangkan soal kedua berkaitan dengan penentuan jarak titik ke bidang pada kubus. Jawaban subjek dikategorikan ke dalam empat tingkat kualitas, yaitu: kategori A (jawaban tepat dan lengkap), kategori B (model awal tepat tetapi belum lengkap), kategori C (terdapat kesalahan strategi atau representasi utama), dan kategori D (strategi belum dapat diformalkan secara operasional). Data menunjukkan 9 subjek termasuk kategori B, 9 subjek termasuk kategori C, dan 1 subjek termasuk kategori D. Pada soal pertama, rata-rata subjek memiliki tingkat kemampuan spatial reasoning dan representasi sedang dengan kemampuan visualisasi sudah cukup tampak. Subjek cenderung mampu membangun visualisasi dan representasi matematis, meskipun sebagian belum memberikan justifikasi minimum yang lengkap. Pada soal kedua, rata-rata subjek memiliki tingkat kemampuan spatial reasoning dan representasi yang rendah dengan visualisasi mulai tampak tetapi kurang operasional. Subjek mengalami kesulitan yang lebih mendasar, terutama dalam mengkonstruksi bidang, menentukan jarak yang relevan, dan memformalkan hubungan antar-garis. Hasil tersebut mengarahkan pada perlunya menekankan translasi representasi, pemodelan matematis, dan validasi argumen dalam pembelajaran geometri.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa baru dalam menyelesaikan soal geometri ruang tidak hanya ditentukan oleh ketepatan prosedur perhitungan, tetapi juga oleh kualitas spatial reasoning, visualisasi, dan representasi matematis yang dibangun sejak tahap awal penyelesaian.Mahasiswa relatif lebih mampu membangun visualisasi dan representasi permukaan dalam menentukan lintasan terpendek pada permukaan kubus, meskipun sebagian belum memberikan justifikasi minimum secara lengkap.Sebaliknya, mahasiswa mengalami kesulitan yang lebih mendasar dalam menentukan jarak titik ke bidang, terutama saat mengonstruksi bidang yang dimaksud, menentukan ruas jarak yang relevan, dan memformalkan hubungan tegak lurus.Secara komparatif, kemampuan spatial reasoning dan representasi matematis mahasiswa tampak lebih kuat pada Soal 1 dibandingkan Soal 2.Visualisasi muncul pada kedua soal, namun belum berfungsi secara operasional untuk mendukung pembentukan model matematis yang tepat.Dengan demikian, pembelajaran geometri ruang perlu lebih menekankan koordinasi antara representasi visual, spatial reasoning, dan pemodelan formal.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang mengintegrasikan visualisasi dan pemodelan formal untuk meningkatkan kemampuan spatial reasoning mahasiswa. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran teknologi dalam memfasilitasi representasi matematis yang lebih efektif dalam konteks geometri ruang. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara kemampuan spatial reasoning dengan prestasi akademik dalam mata kuliah geometri, khususnya dalam menyelesaikan masalah yang memerlukan analisis spasial kompleks.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s13394-020-00316-zClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s13394 020 00316 z
  2. Students’ Mathematical Representation in Geometry Problem Solving Based Sex Differences | S | International... doi.org/10.33122/ijtmer.v2i4.94StudentsAo Mathematical Representation in Geometry Problem Solving Based Sex Differences S International doi 10 33122 ijtmer v2i4 94
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s13394-017-0210-xClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s13394 017 0210 x
  4. Exploring Student’s Representation Process in Solving Ill-Structured Problems Geometry - Participatory... doi.org/10.17275/PER.20.28.7.2Exploring StudentAos Representation Process in Solving Ill Structured Problems Geometry Participatory doi 10 17275 PER 20 28 7 2
  5. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s13394-020-00335-wClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s13394 020 00335 w
Read online
File size432.2 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test