YALAMQAYALAMQA

Al-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan SainsAl-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan Sains

Sawi caisim adalah jenis sawi yang paling banyak dijual di pasar-pasar dewasa ini karena paling diminati oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biaya dan keuntungan usahatani sawi caisim pada musim tanam yang berbeda di lahan pertanian perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah petani dan usahatani sawi caisim di Kota Mataram. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ampenan diambil dua kelurahan yaitu Kelurahan Pejarakan Karya dan Kelurahan Ampenan Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). Total penerimaan yang diperoleh pada usahatani sawi caisim pada musim kemarau sebesar Rp. 2.472.168,750/LLG (0,075 ha) per satu kali proses tanam dan penerimaan pada musim hujan sebesar Rp. 2.657.0,16,667/LLG per satu kali proses tanam. Total biaya produksi yang dibutuhkan untuk usahatani sawi caisim per sekali proses produksi pada musim kemarau adalah Rp. 604.355,926/LLG dan pada musim hujan sebesar Rp. 565.280,417/LLG. Pendapatan bersih atau keuntungan yang diperoleh usahatani sawi caisim pada musim kemarau yakni Rp. 1.867.812,824/LLG dan pada musin hujan sebesar Rp. 2.091.736,249/LLG per satu kali proses tanam ; (2). Usahatani sawi caisim layak dikembangkan dilihat dari nilai RC ratio pada usahatani sawi caisim pada musim kemarau yakni sebesar 4,091 dan pada musim hujan sebesar 4,700 per satu kali proses tanam. Bagi petani dapat menjadikan usahatani sawi caisim sebagai salah satu pilihan untuk berusahatani karena layak untuk dikembangkan.

Keuntungan usahatani sawi caisim per hektar pada musim kemarau yakni Rp.170,99/ha per satu kali proses tanam, sedangkan pada musin hujan sebesar Rp.Jumlah produksi di musim kemarau lebih tinggi dibandingkan musim hujan, sedangkan keuntungan musim hujan lebih tinggi dibandingkan musim kemarau.Usahatani sawi caisim layak diusahakan baik pada musim kemarau maupun musim hujan.Hal ini ditunjukkan dengan RC ratio musim kemarau sebesar 4,091 dan pada musim hujan sebesar 4,700.

Saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan berdasarkan hasil penelitian ini adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usahatani sawi caisim pada musim hujan, seperti teknik budidaya, pengelolaan air, dan pencegahan penyakit. 2. Melakukan studi komparatif antara usahatani sawi caisim dengan jenis sayuran lain yang populer di pasar, untuk menganalisis keunggulan dan tantangan masing-masing jenis sayuran. 3. Menganalisis dampak ekonomi dan sosial dari usahatani sawi caisim terhadap petani dan masyarakat sekitar, termasuk aspek pendapatan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.

Read online
File size560.56 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test