ISHAISHA

Cebong JournalCebong Journal

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenyamanan termal (PMV) ruang kelas terhadap tingkat stres kerja guru di daerah tropis kering, khususnya di SDK Maumere II Kabupaten Sikka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan seluruh guru sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kondisi fisik ruang kelas dan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi termal ruang kelas belum memenuhi standar kenyamanan, dengan nilai PMV berada di luar rentang kenyamanan. Analisis korelasi dan regresi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kenyamanan termal dengan tingkat stres kerja guru. Semakin tinggi tingkat kenyamanan termal maka semakin rendah tingkat stres kerja yang dialami guru. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kenyamanan termal merupakan faktor penting yang mempengaruhi tingkat stres kerja guru dan perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan kerja di sekolah.

Thermal conditions in the classroom experienced significant fluctuations, with temperatures ranging from 27°C to 33.This condition indicates instability in temperature and humidity that can affect thermal comfort.The results of PMV measurements show that most values are above 0.5, indicating that the thermal conditions in the classroom are generally uncomfortable.The results of the validity and reliability tests indicate that the instruments used in this study can be relied on to measure the variables of work stress and thermal comfort.Regression analysis shows a significant positive relationship between thermal comfort and teacher work stress.This means that the higher the level of thermal comfort, the lower the level of work stress experienced by teachers.The results of this study have important implications for efforts to improve the quality of the work environment in this case the thermal comfort of teachers classrooms and ultimately, improve the quality of learning in schools.Some implications that can be taken are.Thermal comfort is a very important factor in creating a conducive work environment for teachers.Uncomfortable thermal conditions can cause work stress that has a negative impact on teacher performance and well-being.(b) The Need to Improve the Physical Condition of the Classroom.Efforts need to be made to improve the physical condition of the classroom, such as improving ventilation, regulating temperature, and maintaining air humidity to meet thermal comfort standards.Comfortable thermal conditions in the classroom not only have an impact on teachers, but can also improve the quality of student learning.Teachers who feel comfortable will be more focused on teaching and can create a more effective learning atmosphere.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada desain dan perancangan ruang kelas yang lebih nyaman secara termal. Studi ini dapat mengeksplorasi berbagai strategi dan teknik arsitektur yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan termal di ruang kelas, seperti penggunaan material bangunan yang tepat, desain ventilasi yang efektif, dan pengaturan suhu dan kelembaban yang optimal. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat menyelidiki dampak kenyamanan termal terhadap kinerja dan produktivitas guru secara lebih mendalam, serta mengidentifikasi strategi-strategi intervensi yang dapat diterapkan untuk mengurangi stres kerja guru di lingkungan tropis kering. Dengan demikian, studi lanjutan ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan kerja dan pembelajaran di sekolah-sekolah di daerah tropis kering.

Read online
File size449.63 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test