JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA

Proceeding Technology of Renewable Energy and Development ConferenceProceeding Technology of Renewable Energy and Development Conference

Model AHP (Analytical Hierarchy Process) dan perangkat lunak PTV VISSIM digunakan dalam menentukan desain simpang yang optimal. Untuk pengambil keputusan atas dasar kriteria penilaian yang sebelumnya telah ditentukan menggunakan metode AHP didukung penggunaan perangkat lunak Expert Choice serta Perangkat lunak PTV VISSIM dalam pemodelan dan mensimulasikan lalu lintas di simpang. Tinjauan literatur mencakup tentang AHP dan PTV VISSIM, serta langkah-langkah metodologi yang terlibat dalam penerapan model AHP dan integrasi dengan PTV VISSIM. Analisa metode ini dibandingkan dengan desain simpang yang sebelumnya. Hasil penelitian model AHP sangat membantu menentukan kriteria penting dan pembobotannya. PTV VISSIM juga digunakan untuk menvalidasi desain simpang dari hasil simulasi lalullintas dan pendekatannya dapat membantu para perencana dan ahli transportasi untuk pemilihan desain simpang secara optimal dalam aspek effisiensi, keamanan, dan kenyamanan. Kesimpulan yang diperoleh dalam penerapan Model AHP dan PTV VISSIM menjadikan pendekatan optimal desain simpang, dengan integrasi hasil yang akurat serta dipercaya. Memberikan konstribusi yang bermanfaat khususnya pada perencanaan simpang perkotaan yang padat lalulintasnya, meningkatkan efektivitas serta system transportasi yang berkelanjutan.

Tujuan penelitian ini untuk menentukan solusi simpang yang optimal dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan simulasi PTV VISSIM.Masalah simpang yang sangat komplek dari resiko kemacetan maka dalam menentukan solusi masalah tersebut perlu mempertimbangkan parameter yang mengakibatkan kemacetan.Dalam makalah yang peneliti lakukan, yaitu ingin menyajikan penerapan metode AHP untuk memilih solusi ini adalah pengambilan keputusan dengan metode AHP dan simulasi PTV ViSSIM yang menghasilkan desain simpang yang optimal.Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah metode penghitungan lalu lintas dan metode survei.Metode penghitungan dilakukan untuk mendapatkan data jumlah pengguna yang melintasi Simpang dan data beban lalu lintas arus lalu lintas.Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data, sikap dan pendapat terhadap subjek penelitian.Survei berisi sembilan pertanyaan singkat untuk memastikan partisipasi responden yang lebih tinggi.Dari metode perhitungan untuk Volume Lalulintas < 500 kendaraan maka Varian/Aternatif 1 ( 34,7%) yaitu menggunakan APILL masih relevan digunakan pada Simpang Bekasi Barat, namun pada Volume Lalulintas > 500 kendaraan, Varian/alternatif 4 (42,1%) yaitu Over Pass/Under Pass sangat disarankan tentu dipertimbangkan juga biaya konstruksinya.

Saran penelitian lanjutan yang baru: Mengembangkan model AHP yang lebih canggih dengan mempertimbangkan faktor-faktor tambahan seperti tingkat polusi dan kebisingan. Menganalisis dampak desain simpang yang optimal terhadap lingkungan sekitar, termasuk kualitas udara dan kebisingan. Mengkaji efektivitas dan keberlanjutan sistem transportasi perkotaan dengan menggunakan model AHP dan PTV VISSIM, serta mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan kinerja sistem transportasi secara berkelanjutan.

Read online
File size762.12 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test