UNSURYAUNSURYA

JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas SuryadarmaJSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma

Penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan ekspektasi pelanggan terhadap pelayanan dan usaha perbaikan perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Metode fuzzy memperakurat perhitungan penilaian terhadap layanan dan memberikan toleransi terhadap kerancuan bilamana menggunakan himpunan crisp. Penelitian juga menggunakan metode servqual untuk menilai tingkat pelayanan dimensi tangible, responsiveness, assurance, emphaty dan reliability. Hasil pengolahan data metode Fuzzy-Servqual, bahwa dimensi tangible bernilai persepsi 3.733 dan bernilai ekspektasi 3.225 memiliki selisih gap sebesar 0.508. Dimensi responsiveness bernilai persepsi 1.906 dan bernilai ekspektasi 1.969 memiliki selisih gap sebesar 0.210. Dimensi assurance bernilai persepsi 1.853 dan bernilai ekspektasi 1.648 memiliki selisih gap sebesar 0.205. Dimensi emphaty bernilai persepsi 1.237 dan bernilai ekspektasi 1.066 memiliki selisih gap sebesar 0.171. Dimensi reliability bernilai persepsi 1.599 dan bernilai ekspektasi 1.779 memiliki selisih gap sebesar -0.22. Hasil keseluruhan nilai Servqual persepsi dan ekspektasi sebesar 2.058 dan 1.882 dengan gap sebesar 0.176.

Penelitian ini, menggunakan metode Fuzzy SERVQUAL di TK Bina Mulia Cibitung, menemukan gap tertinggi (0,183) antara persepsi dan ekspektasi pada kemudahan parkir, menunjukkan layanan di aspek tersebut sudah memuaskan.Metode Fuzzy SERVQUAL terbukti bermanfaat untuk mengevaluasi keselarasan kualitas layanan dengan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan, sekaligus mengukur tingkat kepuasan mereka.Namun, dimensi Reliability berada di peringkat terendah dengan nilai gap -0,22, mengindikasikan bahwa aspek-aspek dalam dimensi ini memerlukan perbaikan serius untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Melihat hasil penelitian ini yang menunjukkan dimensi Reliability memiliki gap negatif terendah, sebuah studi lanjutan dapat dirancang untuk menggali lebih dalam penyebab ketidakpuasan pada aspek ini. Penelitian mendatang bisa menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam atau fokus grup dengan orang tua murid dan staf, untuk memahami persepsi mendasar tentang keadilan, kecepatan tanggap, atau konsistensi pelayanan. Pertanyaan penelitian bisa berpusat pada: Apa faktor-faktor non-kuantitatif yang paling signifikan mempengaruhi persepsi keandalan pelayanan di lembaga pendidikan anak usia dini, terutama dalam penanganan keluhan dan pemerataan pelayanan? Selain itu, akan sangat berguna untuk membandingkan efektivitas metode Fuzzy SERVQUAL yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode pengukuran kualitas layanan lain, seperti SERVQUAL tradisional atau Importance-Performance Analysis, di institusi pendidikan serupa. Hal ini akan membantu mengidentifikasi apakah penggunaan logika fuzzy memberikan keakuratan yang lebih superior dalam mengukur kualitas layanan di sektor pendidikan anak usia dini, atau apakah ada metode lain yang lebih relevan. Penelitian ini bisa menjawab pertanyaan: Apakah Fuzzy SERVQUAL memberikan gambaran kualitas layanan yang lebih akurat dibandingkan metode lain di lingkungan TK? Terakhir, dengan mempertimbangkan potensi perbaikan, studi intervensi dapat dilakukan. Setelah identifikasi area perbaikan spesifik pada dimensi Reliability, lembaga dapat menerapkan program pelatihan staf atau perubahan prosedur operasional. Kemudian, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak dari intervensi tersebut terhadap peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Pertanyaan utamanya adalah: Sejauh mana implementasi program peningkatan kualitas layanan berbasis temuan Fuzzy SERVQUAL dapat secara signifikan meningkatkan dimensi Reliability dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan di TK Bina Mulia?.

Read online
File size349.1 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test