IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA

Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia IndonesiaJurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia

Ketersediaan APD untuk tenaga medis saat pandemi COVID-19 semakin sulit didapat. Pada pandemi COVID-19, APD tidak hanya digunakan oleh tenaga kesehatan tetapi juga pasien dan masyarakat. Kondisi tersebut memaksa tenaga kesehatan untuk menghemat penggunaan APD, seperti melakukan pelayanan kesehatan dengan tanpa melepas APD dengan durasi lama atau menggunakan APD seadanya. Alat pelindung diri seperti diantaranya sarung tangan, masker, kaca mata pelindung, apron/celemek, serta sepatu tertutup merupakan alternatif tindakan pencegahan bagi perawat dalam melindungi diri dari resiko penularan penyakit selama berinteraksi dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan, pengetahuan, sikap, tindakan, ketersediaan APD, dan sistem pola pengawasan perawat di unit isolasi pada masa pandemi Covid-19 di RSUD Haji Makassar tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional study, Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan analisi univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan APD perawat terhadap penggunaan APD terhitung kurang patuh , Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pola pengawasan perawat terhadap penggunaan APD terhitung kurang patuh. Penelitian ini dapat menjadi panduan bagi rumah sakit memperhatikan ketersediaan APD apalagi disaat masa pendemi seperti sekarang, agar dapat meminimalisir risiko terpapar Covid-19 pada perawat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan perawat terhadap penggunaan APD di unit isolasi RSUD Haji Makassar tahun 2021 termasuk kategori patuh.Namun, ketersediaan APD dan pola pengawasan terhadap penggunaan APD termasuk kategori kurang patuh.Oleh karena itu, pihak manajemen perlu lebih memperhatikan ketersediaan APD dan meningkatkan pengawasan terhadap perawat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kurangnya ketersediaan APD di unit isolasi, seperti masalah logistik, anggaran, atau kebijakan pengadaan. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi perawat mengenai pola pengawasan yang ada dan bagaimana pengawasan tersebut dapat ditingkatkan agar lebih efektif. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas berbagai strategi dalam meningkatkan kepatuhan perawat terhadap penggunaan APD, seperti pelatihan, penyediaan insentif, atau peningkatan komunikasi dan koordinasi antara perawat dan manajemen rumah sakit. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan rekomendasi yang lebih spesifik untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan perawat di masa pandemi dan setelahnya, serta memastikan ketersediaan APD yang memadai dan pengawasan yang efektif.

Read online
File size188.65 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test