IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA

Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia IndonesiaJurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia

Kewajiban rumah sakit melaksanakan fungsi sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf f. Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi kewajiban bagi setiap rumah sakit yang diharuskan melaksanakan fungsi sosialnya. Dari data awal yang didapat peneliti melihat bahwa masih ada beberapa masyarakat yang tidak mengetahui tentang bantuan dari rumah sakit mengenai program CSR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen Corporate Sosial Responsibility (CSR) di RSUD Daya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian sebanyak 5 orang yaitu 1 orang ketua unit kasi yanmed, 1 orang ketua unit PKRS dan 3 orang masyarakat sekitar RSUD Daya Kota Makassar. Dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan berdasarkan pedoman wawancara. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk kutipan pernyataan dan narasi. Hasil penelitian analisis penerapan manajemen Corporate Sosial Responsibility (CSR) di RSUD Daya Kota Makassar, mengenai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi sudah terlaksana namun ada beberapa kendala yang terjadi dalam kegiatan, tetapi kendala yang didapat tidak terlalu mempengaruhi kegiatan (CSR).

Penerapan manajemen Corporate Social Responsibility (CSR) di RSUD Daya Kota Makassar pada aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan telah berjalan sesuai prosedur, meskipun masih terdapat kendala seperti kelebihan target dan keterbatasan komunikasi.Pengawasan eksternal belum berjalan maksimal karena kurangnya pelibatan langsung pihak ketiga dalam kegiatan CSR.Penerapan CSR di rumah sakit ini belum mencapai kategori Good CSR karena sosialisasi ke masyarakat masih terbatas pada media sosial dan minimnya turun langsung ke lapangan.

Pertama, perlu dikaji bagaimana efektivitas model komunikasi dua arah antara rumah sakit dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran program CSR, terutama bagi warga yang tidak aktif di media sosial, agar informasi bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata. Kedua, perlu dikembangkan penelitian tentang penerapan sistem penjadwalan dan kapasitas pelayanan CSR berbasis data kebutuhan riil masyarakat, untuk menghindari kelebihan target yang memberatkan sumber daya rumah sakit. Ketiga, layak diteliti desain program CSR yang melibatkan langsung pihak mitra eksternal—seperti perusahaan atau LSM—dalam perencanaan hingga evaluasi, untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan kegiatan secara menyeluruh.

Read online
File size251.26 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test