URINDOURINDO

Jurnal Administrasi dan ManajemenJurnal Administrasi dan Manajemen

Salah satu cara agar perusahaan tetap dapat bertahan, yaitu dengan menganalisa laporan keuangannya, untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan dari tahun ke tahun. Demikian pula yang dilakukan oleh PT. Bukit Asam,Tbk, yang bergerak dalam bidang pertambangan batu bara. Selain menganalisa laporan keuangan, dilakukan pula analisa indikator kebangkrutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik analisis data menggunakan metode rasio keuangan untuk mengetahui kinerja dan posisi keuangan PT. Bukit Asam,Tbk dan metode kebangkrutan Altman Models untuk mengetahui kelangsungan perusahaan tersebut. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahun 2009-2013 dapat dikatakan menurun dari tahun ke tahun. tetapi dilihat dari rasio likuiditas dan rasio solvabilitas perusahaan cukup mampu dalam melunasi kewajibannya walaupun dalam kinerja keuangannya mengalami penurunan, untuk rasio aktivitas, perusahan mampu memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien. Untuk rasio profitabilitasnya, mengalami penurunan, dan untuk analisa indikator kebangkrutan, perusahaan masuk ke dalam wilayah abu-abu. Dengan demikian perusahaan diharapkan dapat berbenah diri, dan dapat segera melakukan perbaikan agar memperoleh hasil yang lebih baik dimasa mendatang.

Analisis rasio likuiditas menunjukkan kondisi keuangan PT Bukit Asam Tbk cukup baik antara 2009-2013, terutama pada 2010 dengan rasio 5,79 kali, sementara rasio aktivitas juga berada dalam keadaan baik dengan pemanfaatan sumber daya yang efektif.Namun, rasio solvabilitas tidak stabil dan rasio profitabilitas menurun, ditandai nilai Z di bawah 2,0 yang mengindikasikan risiko kebangkrutan, sehingga perusahaan berada di zona abu-abu menurut model Altman.Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perbaikan signifikan pada struktur keuangan dan profitabilitas untuk memastikan kelangsungan operasional di masa depan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh volatilitas harga batu bara terhadap rasio keuangan PT Bukit Asam Tbk, sehingga dapat dipahami bagaimana fluktuasi komoditas memengaruhi likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas perusahaan. Selain itu, pengembangan model prediksi kebangkrutan berbasis pembelajaran mesin yang mengintegrasikan data makroekonomi, kebijakan energi, dan variabel keuangan historis dapat meningkatkan akurasi estimasi Z‑score dibandingkan model Altman tradisional. Terakhir, perbandingan kehandalan berbagai model prediksi kebangkrutan seperti Ohlson, Z‑mijewski, dan model logit terhadap data PT Bukit Asam dan anak perusahaannya dapat memberikan panduan yang lebih tepat bagi manajemen dalam menilai risiko kebangkrutan dan merumuskan strategi mitigasi.

Read online
File size286.05 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test