IPBIPB
Journal of Tropical SilvicultureJournal of Tropical SilvicultureKawasan lindung di hutan tanaman perlu dikelola dengan baik untuk pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengukur keanekaragaman tumbuhan di kawasan lindung areal IUPHHK-HT PT. Wana Hijau Pesaguan di Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan adanya 295 spesies tumbuhan, termasuk 222 pohon, 32 tumbuhan bawah, 38 liana, dan 3 epifit. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H) untuk pohon berkisar antara 3,02-4,41, yang tergolong tinggi. Liana dan tumbuhan bawah memiliki keanekaragaman sedang dengan H antara 1,00-3,22. Keanekaragaman epifit tergolong rendah hingga sedang dengan H antara 0-1,04. Nilai Similarity Index (IS) menunjukkan kesamaan rendah antara lokasi, kecuali untuk epifit di kawasan pelestarian plasma nutfah (KPPN) yang memiliki komposisi berbeda.
Keanekaragaman tumbuhan di kawasan lindung areal PT.Wana Hijau Pesaguan tergolong tinggi untuk pohon, sedang untuk liana dan tumbuhan bawah, dan rendah untuk epifit.Jenis-jenis pohon yang mendominasi adalah lengkuham, beketambah, dan belanti, sedangkan tumbuhan non-pohon yang mendominasi adalah pakurane, kungkonjing, akar kerokuso, rotan dakan, rotan ginap, dan akar pepadi.Untuk pengelolaan hutan lestari, disarankan meningkatkan pemantauan, inventarisasi jenis-jenis tumbuhan, dan penanaman jenis-jenis asli.Jenis-jenis yang perlu diteliti lebih lanjut adalah lengkuham, tetugal, belanti, beketambah, kayu batu, dan berbagai jenis rotan.
Untuk meningkatkan pengelolaan kawasan lindung di hutan tanaman, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pemantauan dan inventarisasi jenis-jenis tumbuhan asli, serta pengembangan teknik budidaya dan potensi pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan yang mendominasi, seperti lengkuham, tetugal, belanti, beketambah, kayu batu, dan berbagai jenis rotan. Selain itu, perlu dilakukan upaya konservasi dan perlindungan terhadap jenis-jenis tumbuhan yang dilindungi dan langka, seperti yang berasal dari famili Dipterocarpaceae, untuk menjaga kelestariannya.
| File size | 665.98 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif–kualitatif dengan desain eksperimen laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formulasiPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif–kualitatif dengan desain eksperimen laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formulasi
PNLPNL Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh waktu maserasi dan rasio komposisi ekstrak daun sirih (Piper betle L. ) serta serai wangi (Cymbopogon nardus)Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh waktu maserasi dan rasio komposisi ekstrak daun sirih (Piper betle L. ) serta serai wangi (Cymbopogon nardus)
IPBIPB Hasil penelitian menunjukkan bahwa area GWUF berada dalam kondisi termal yang nyaman. Nilainya bervariasi dan menjadi daya tarik baru, salah satunya adalahHasil penelitian menunjukkan bahwa area GWUF berada dalam kondisi termal yang nyaman. Nilainya bervariasi dan menjadi daya tarik baru, salah satunya adalah
IPBIPB Tutupan lahan hutan di Tahura Sekitar Tanjung telah mengalami perubahan dari tahun 2000 sampai tahun 2015. Perubahan tutupan hutan terbesar dikarenakanTutupan lahan hutan di Tahura Sekitar Tanjung telah mengalami perubahan dari tahun 2000 sampai tahun 2015. Perubahan tutupan hutan terbesar dikarenakan
IPBIPB Hutan mangrove melindungi garis pantai, memperkaya perairan pesisir, mendukung perikanan pesisir, menghasilkan produk hutan yang bermanfaat, menjadi habitatHutan mangrove melindungi garis pantai, memperkaya perairan pesisir, mendukung perikanan pesisir, menghasilkan produk hutan yang bermanfaat, menjadi habitat
IPBIPB Hutan rakyat yang dimiliki secara pribadi di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, menunjukkan perbaikan tutupan hutan rata-rata sebesar 5,86% selamaHutan rakyat yang dimiliki secara pribadi di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, menunjukkan perbaikan tutupan hutan rata-rata sebesar 5,86% selama
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Data dikumpulkan selama lima bulan, lalu dianalisis menggunakan Indeks Abundansi Relatif (RAI) dan pemodelan okupansi untuk menilai kecocokan habitat danData dikumpulkan selama lima bulan, lalu dianalisis menggunakan Indeks Abundansi Relatif (RAI) dan pemodelan okupansi untuk menilai kecocokan habitat dan
UMNUMN Kegiatan pengabdian ini mampu memberikan stimulus positif terhadap masyarakat akan pentingnya hutan mangrove di daerah pesisir, hal ini berdampak padaKegiatan pengabdian ini mampu memberikan stimulus positif terhadap masyarakat akan pentingnya hutan mangrove di daerah pesisir, hal ini berdampak pada
Useful /
IPBIPB serta menganalisis pengaruh waktu dalam proses penghambatannya. Uji antagonis dilakukan dengan menggunakan metode kultur ganda antara cendawan patogenserta menganalisis pengaruh waktu dalam proses penghambatannya. Uji antagonis dilakukan dengan menggunakan metode kultur ganda antara cendawan patogen
IPBIPB Penyimpanan karbon bawah permukaan mencerminkan kesuburan lokasi mangrove. Kesuburan lokasi memiliki implikasi pada kesehatan lokasi. Tujuan dari penelitianPenyimpanan karbon bawah permukaan mencerminkan kesuburan lokasi mangrove. Kesuburan lokasi memiliki implikasi pada kesehatan lokasi. Tujuan dari penelitian
IPBIPB Algoritma yang diusulkan mengurangi dimensi dari 3D ke 2D dan praktis untuk pemetaan dan pemantauan lahan padi. Lahan padi berhasil dibedakan dari jenisAlgoritma yang diusulkan mengurangi dimensi dari 3D ke 2D dan praktis untuk pemetaan dan pemantauan lahan padi. Lahan padi berhasil dibedakan dari jenis
IPBIPB secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan nilam 10% memiliki nilai hambat paling tinggi pada media PDA dan PDB. Nilai hambat terendahsecara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan nilam 10% memiliki nilai hambat paling tinggi pada media PDA dan PDB. Nilai hambat terendah