IPBIPB
Journal of Tropical SilvicultureJournal of Tropical SilviculturePatogen Botryodiplodia sp. merupakan cendawan penyebab penyakit mati pucuk dan busuk batang yang menyerang khususnya tanaman kehutanan. Pengendalian yang saat ini masih digunakan di lapangan yaitu menggunakan pestisida kimia yang berbahaya bagi lingkungan sekitar maupun bagi tanaman itu sendiri, sehingga perlu adanya alternatif lain yaitu menggunakan minyak atsiri serai wangi dan nilam. Minyak atsiri serai wangi dan nilam memiliki senyawa aktif di dalamnya yang berperan sebagai anti fungi untuk menghambat pertumbuhan cendawan patogen Botryodiplodia sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh minyak atsiri serai wangi dan nilam dalam menghambat pertumbuhan patogen Botryodiplodia sp. secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan nilam 10% memiliki nilai hambat paling tinggi pada media PDA dan PDB. Nilai hambat terendah terdapat pada perlakuan serai wangi 1%. Tingkat konsentrasi, jenis minyak, dan bahan aktif yang terkandung pada minyak merupakan faktor yang mempengaruhi peningkatan keefektifan dalam pengendalian patogen Botryodiplodia sp.
Pemberian minyak atsiri serai wangi dan nilam dengan berbagai macam konsentrasi memiliki pengaruh efektif untuk menghambat pertumbuhan patogen Botryodiplodia sp.Perlakuan minyak atsiri pada media PDA dan PDB menunjukkan nilai persen hambat tertinggi pada nilam 10%, sedangkan nilai persen hambat terendah terdapat pada serai wangi 1%.Hal ini disebabkan karena adanya zat anti fungi yang terdapat pada kedua jenis minyak dan juga besar konsentrasi yang diberikan sehingga dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri nilam dan serai wangi efektif dalam menghambat patogen Botryodiplodia sp.Pengamatan mikroskopis setelah perlakuan menunjukkan hifa yang mengalami perubahan pola maupun bentuk di antaranya membengkak, pertumbuhan yang melingkar, berbentuk manik-manik dan pertumbuhan yang berlebihan.
Perlu adanya penelitian lanjutan mengenai anti fungi minyak atsiri serai wangi dan nilam untuk pengaplikasian secara in vivo. Hal bertujuan untuk menguji keefektifan nya dalam kegiatan pengendalian penyakit tanaman dan juga perlu adanya pengujian formula nya terhadap beberapa jenis patogen penyebab penyakit tanaman lainnya.
| File size | 693.78 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PNLPNL Metode ekstraksi yang dipakai adalah maserasi dengan waktu perendaman 2–6 hari dan rasio 1:0, 0:1, 1:1, 1:2, dan 2:1. Parameter yang dianalisis meliputiMetode ekstraksi yang dipakai adalah maserasi dengan waktu perendaman 2–6 hari dan rasio 1:0, 0:1, 1:1, 1:2, dan 2:1. Parameter yang dianalisis meliputi
HAMZANWADIHAMZANWADI Penyakit ini dapat menyebabkan cacat pada cabai sehingga menurunkan kualitas produksi cabai. Penanganan yang telah dilakukan oleh para petani adalah denganPenyakit ini dapat menyebabkan cacat pada cabai sehingga menurunkan kualitas produksi cabai. Penanganan yang telah dilakukan oleh para petani adalah dengan
HAMZANWADIHAMZANWADI Dari hasil evaluasi, dapat diketahui bahwa seluruh peserta siswa telah berhasil membuat materi presentasi menggunakan Microsoft Power Point dan beberapaDari hasil evaluasi, dapat diketahui bahwa seluruh peserta siswa telah berhasil membuat materi presentasi menggunakan Microsoft Power Point dan beberapa
UYPUYP Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan suhu dan lama penyangraian berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan kimia bijiBerdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan suhu dan lama penyangraian berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan kimia biji
UYPUYP Konsentrasi terbaik substitusi tepung sukun dan gel okra hijau terhadap kualitas mie basah adalah 30. Mie basah dengan perbandingan tersebut memiliki rasaKonsentrasi terbaik substitusi tepung sukun dan gel okra hijau terhadap kualitas mie basah adalah 30. Mie basah dengan perbandingan tersebut memiliki rasa
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual peserta sebesar 42% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta menghasilkanHasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual peserta sebesar 42% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta menghasilkan
UMNUMN Evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan sebesarEvaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan sebesar
FMIPAUKITFMIPAUKIT memiliki aktivitas anti-bakteri S. aureus dengan diameter zona hambat 12.14, 11.99, 12.63, 12.62, dan 13.85 mm/disc. Berdasarkan hasil penelitian, dapatmemiliki aktivitas anti-bakteri S. aureus dengan diameter zona hambat 12.14, 11.99, 12.63, 12.62, dan 13.85 mm/disc. Berdasarkan hasil penelitian, dapat
Useful /
BUSTANUL ULUMBUSTANUL ULUM Hal ini berarti fitur bahasa diajarkan melalui teks. Dalam wawancara, guru menyebutkan langkah-langkah pendekatan berbasis genre.mereka adalah membangunHal ini berarti fitur bahasa diajarkan melalui teks. Dalam wawancara, guru menyebutkan langkah-langkah pendekatan berbasis genre.mereka adalah membangun
UYPUYP Industri gula di Indonesia memegang peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pabrik gula sebagai salah satu sektor vital tidak hanyaIndustri gula di Indonesia memegang peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pabrik gula sebagai salah satu sektor vital tidak hanya
UNSULBARUNSULBAR Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karaktersitik dan kualitas air habitat alami ikan gobi (Eleotris fusca) biologi perairan. Penelitian dilaksanakanPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji karaktersitik dan kualitas air habitat alami ikan gobi (Eleotris fusca) biologi perairan. Penelitian dilaksanakan
IPBIPB Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh umur bibit mahoni (pada media cocopeat di persemaian) dan lama penundaan waktu tanam (bibit akar telanjang)Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh umur bibit mahoni (pada media cocopeat di persemaian) dan lama penundaan waktu tanam (bibit akar telanjang)