AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL

AACENDIKIA: Journal of NursingAACENDIKIA: Journal of Nursing

Fraktur adalah gangguan kontinuitas tulang yang menyebabkan kerusakan jaringan dan pembuluh darah, mengakibatkan pendarahan di sekitar patahan dan jaringan lunak, yang dapat menimbulkan hipovolemia. Cara paling efektif mengatasi masalah ini adalah dengan manajemen hipovolemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan manajemen hipovolemia pada pasien fraktur terbuka yang mengalami hipovolemia. Metode yang digunakan dalam penyusunan ini merupakan jenis penyusunan deskriptif. Penyusunan kualitatif adalah penyusunan tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan subjek studi dalam kasus ini adalah 2 pasien yang mengalami masalah kesehatan fraktur terbuka dengan masalah keperawatan hipovolemia dengan kriteria pasien : Pasien dengan fraktur terbuka, mengalami masalah keperawatan hipovolemia, dan bersedia dilaksanakan manajemen hipovolemia. Pengumpulan data sesuai format pengkajian, difokuskan pada data subjektif dan objektif untuk memudahkan pengumpulan data mengenai penerapan manajemen hipovolemia pada pasien fraktur. Diagnosa yang ditegakkan adalah hipovolemia terkait kehilangan cairan aktif, dengan intervensi manajemen hipovolemia. Kesimpulan studi kasus menunjukkan kondisi kedua pasien mulai membaik setelah dilakukan manajemen hipovolemia.

Berdasarkan hasil penerapan manajemen hipovolemia pada pasien fraktur terbuka dapat disimpulkan bahwa hipovolemia dapat menyelesaikan masalah hipovolemia pada pasien fraktur terbuka namun ada beberapa tujuan yang tidak teratasi seperti peningkatan hemoglobin dan hematokrit karena belum dilakukan pemeriksaan ulang darah.

Berdasarkan studi ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: . . 1. Mengkaji lebih lanjut tentang efektivitas manajemen hipovolemia dalam menangani kasus-kasus fraktur terbuka yang lebih kompleks, seperti fraktur dengan komplikasi infeksi atau cedera organ dalam. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus yang lebih luas, melibatkan lebih banyak pasien, dan menganalisis hasilnya secara komprehensif.. . 2. Meneliti dan mengembangkan strategi intervensi keperawatan yang lebih spesifik dan terfokus untuk menangani masalah hipovolemia pada pasien fraktur terbuka. Penelitian ini dapat melibatkan perawat ahli dalam bidang gawat darurat dan trauma, serta mengidentifikasi intervensi keperawatan yang efektif dalam mencegah dan mengelola hipovolemia pada pasien ini.. . 3. Melakukan penelitian kolaboratif antara tim medis dan perawat untuk mengembangkan protokol manajemen hipovolemia yang komprehensif dan terintegrasi. Protokol ini dapat mencakup penilaian awal yang cepat dan akurat, intervensi medis dan keperawatan yang terkoordinasi, serta strategi pemantauan dan penanganan komplikasi yang potensial. Penelitian ini dapat melibatkan dokter spesialis gawat darurat, ahli bedah ortopedi, dan perawat gawat darurat, serta bertujuan untuk meningkatkan hasil perawatan dan mengurangi komplikasi pada pasien fraktur terbuka.

Read online
File size163.19 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test