SORATEKNOSORATEKNO

INVESTASI : Inovasi Jurnal Ekonomi dan AkuntansiINVESTASI : Inovasi Jurnal Ekonomi dan Akuntansi

. Penelitian ini bertujuan untuk memahami , dengan studi kasus pada koalisi yang melibatkan partai GERINDRA, PAN, PPP, dan HANURA. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan koalisi ini dipengaruhi oleh faktor internal partai seperti struktur organisasi, kepemimpinan, dan strategi politik, serta faktor eksternal berupa tekanan elite pusat, elektabilitas calon, dan dinamika politik lokal. Koalisi yang terbentuk mengikuti pola Minimal Winning Coalition yang rasional dan strategis untuk memenangkan kontestasi pilgub, meskipun tidak selalu sejalan dengan kesamaan ideologi antar partai. Kendala dalam pembentukan koalisi meliputi negosiasi jabatan, perbedaan strategi kampanye, serta tekanan dari aktor eksternal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa koalisi partai politik di tingkat lokal cenderung pragmatis, fleksibel, dan dinamis, serta penekanan keberhasilan terletak pada komunikasi politik yang efektif dan soliditas mesin partai. Temuan ini memberikan kontribusi penting untuk memahami pola koalisi politik di tingkat daerah dalam sistem multipartai Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan koalisi pada Pilgub Sultra 2024 merupakan hasil dari dinamika internal partai, pengaruh eksternal politik, serta negosiasi intensif antar-elite.Gerindra menjadi motor penggerak, PAN sebagai mitra strategis, sedangkan PPP dan Hanura mengambil posisi pragmatis untuk menjaga eksistensi.Dinamika eksternal seperti elektabilitas calon, konfigurasi lawan, restu pusat, dan opini publik memperkuat terbentuknya koalisi.Proses negosiasi dan komunikasi menghasilkan kesepakatan strategis, termasuk keseimbangan representasi daratan–kepulauan.Faktor kemenangan pasangan ASR–Hugua dijelaskan melalui konsep Minimal Winning Coalition.Koalisi ramping tetapi efektif, ditopang oleh elektabilitas tinggi, strategi kampanye, soliditas partai, dan legitimasi dari pusat.Dengan kombinasi tersebut, ASR–Hugua berhasil memenangkan Pilgub meski hanya didukung oleh minoritas kursi legislatif, menegaskan bahwa kemenangan politik di tingkat lokal lebih ditentukan oleh kekuatan figur dan strategi daripada sekadar besarnya koalisi di parlemen.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada studi komparatif tentang dinamika koalisi partai politik di berbagai daerah di Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ideologi, elektabilitas calon, dan dinamika politik lokal. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki peran komunikasi politik dan soliditas mesin partai dalam keberhasilan koalisi, serta bagaimana koalisi lokal mempengaruhi dinamika politik nasional. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih luas dalam memahami praktik koalisi partai politik di Indonesia dan implikasinya bagi demokrasi elektoral.

  1. Dinamika Pembentukan Koalisi Partai Politik Pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara Tahun 2024 | INVESTASI... doi.org/10.59696/investasi.v3i4.231Dinamika Pembentukan Koalisi Partai Politik Pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara Tahun 2024 INVESTASI doi 10 59696 investasi v3i4 231
Read online
File size245.26 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test