UNPERUNPER

Informatics and Digital Expert (INDEX)Informatics and Digital Expert (INDEX)

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji sistem otomatisasi pemberian pakan kecoa dubia (Blaptica dubia) untuk ikan arwana super red (Scleropages formosus) menggunakan alat Arcana D1. Permasalahan utama dalam pemeliharaan ikan arwana adalah ketergantungan terhadap pemberian pakan manual, terutama saat pemilik tidak berada di tempat selama beberapa hari. Sistem yang dirancang berfungsi untuk mengatur jadwal pemberian pakan secara otomatis, mendeteksi habisnya stok pakan, serta memastikan jumlah pakan yang dikeluarkan setiap hari sesuai kebutuhan ideal ikan. Penelitian menggunakan ikan arwana berukuran 25 cm dengan pakan kecoa Dubia berukuran 2.5–3 cm per ekor. Hasil perhitungan kebutuhan pakan menunjukkan jumlah ideal 4–7 ekor per hari. Sistem Arcana D1 diatur aktif setiap pukul 09.30 WIB, membuka katup solenoid perlahan agar tidak menjatuhkan lebih dari satu ekor kecoa per siklus. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu bekerja stabil selama lima hari berturut-turut dengan tingkat keberhasilan deteksi pakan 90,9%. Analisis menunjukkan efisiensi katup rata-rata 21,2% dengan rata-rata pakan jatuh 4–5 ekor per hari. Penelitian ini membuktikan sistem Arcana D1 dapat menjadi solusi efektif dalam otomatisasi pemberian pakan ikan hias bernilai tinggi dengan kontrol presisi dan tingkat keandalan tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian selama lima hari terhadap sistem otomatisasi pemberian pakan ikan Arwana Super Red berbasis sensor fotoelektrik dan mekanisme solenoid, dapat disimpulkan bahwa sistem bekerja dengan baik dan stabil dalam melaksanakan fungsi pemberian pakan secara terjadwal.30 WIB sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan mampu menjaga keteraturan jumlah pakan yang keluar setiap hari.Dari hasil pengujian, sistem mendeteksi sebanyak 20 kejadian jatuhan pakan dari total 22 jatuhan aktual yang teramati.Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi deteksi sensor fotoelektrik mencapai sekitar 90,9 persen dengan tingkat kesalahan atau missed detection 9,09 persen.Kesalahan tersebut terutama disebabkan oleh perilaku kecoa Dubia yang saling menumpuk dan bergelantungan di mulut saluran keluaran, sehingga sinyal yang diterima sensor tidak selalu merepresentasikan jatuhan aktual.Meskipun demikian, hasil ini menunjukkan bahwa sistem telah berfungsi secara efektif pada tahap prototipe.Hasil observasi juga menunjukkan bahwa performa sistem secara keseluruhan dapat dikategorikan reliabel.Penjadwalan berbasis waktu berjalan konsisten, dan sistem mampu menghentikan operasi secara otomatis ketika sensor tidak lagi mendeteksi adanya jatuhan pakan setelah sejumlah percobaan pembukaan katup.Hal ini menandakan bahwa integrasi antara sensor fotoelektrik, modul waktu nyata (RTC), dan aktuator solenoid telah berjalan sesuai rancangan.Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem dapat disempurnakan dengan menambahkan mekanisme getar mikro pada wadah penyimpanan agar kecoa tidak menumpuk atau bergelantungan di mulut saluran keluaran serta menggunakan bahan yang lebih licin untuk tempat penyimpanan pakan.Selain itu, pengaturan ulang jarak sensor dapat meningkatkan akurasi deteksi.Dengan penerapan perbaikan tersebut, tingkat kesalahan deteksi diperkirakan dapat ditekan.Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan dalam penelitian ini menunjukkan potensi besar sebagai solusi efisien dan otomatis untuk pemberian pakan ikan hias bernilai tinggi seperti Arwana Super Red, khususnya bagi pemilik yang tidak dapat melakukan pemberian pakan secara langsung selama beberapa hari.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian, berikut adalah beberapa saran untuk penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan perbaikan desain saluran pakan dan penambahan elemen mekanik anti-penumpukan untuk meningkatkan efisiensi mekanisme jatuhan pakan. Kedua, kalibrasi durasi buka solenoid yang lebih adaptif dapat membantu menyesuaikan jumlah pakan yang dikeluarkan sesuai kebutuhan ikan. Ketiga, penambahan mekanisme getar mikro pada wadah penyimpanan pakan dapat menjaga kecoa tetap aktif bergerak dan mencegah penumpukan. Selain itu, pengaturan ulang posisi sensor fotoelektrik dapat meningkatkan akurasi deteksi. Dengan menerapkan perbaikan-perbaikan tersebut, diharapkan sistem otomatisasi pemberian pakan dapat menjadi lebih efisien dan akurat dalam memenuhi kebutuhan pakan ikan Arwana Super Red.

  1. Nutrient composition of Blaptica dubia (Order: Blattodea) as an alternative protein source | Journal... doi.org/10.47253/jtrss.v6i2.568Nutrient composition of Blaptica dubia Order Blattodea as an alternative protein source Journal doi 10 47253 jtrss v6i2 568
Read online
File size704.76 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test