UNIGHAUNIGHA

Jurnal AgroristekJurnal Agroristek

Permasalahan pakan di Indonesia adalah kekurangan pakan pada musim kemarau. Salah satu potensi lokal yang dapat dimanfaatkan adalah jerami padi yang merupakan salah satu sumber hijauan yang gampang diperoleh. Namun memiliki pembatas yaitu kurangnyanya kualitas nutrisi seperti rendah protein dan tingginya kandungan serat kasar. Silase merupakan metode pengolahan pakan untuk memperbaiki kualitas nutrisi pada jerami padi dengan menambahkan daun kelor sebagai sumber protein pada pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas fisik dan kimia silase jerami padi dengan penambahan daun kelor. Dengan perlakuan penambahan daun kelor pada jerami padi dengan berbagai level yaitu 0%, 5%, 10%, dan 15%. Metode penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun kelor pada silase jerami padi secara signifikan meningkatkan kualitas nutrisi, terutama kandungan protein kasar, dan menurunkan kandungan serat kasar. Serta, penambahan daun kelor juga memperbaiki kualitas fisik silase, seperti warna, aroma, dan tekstur. Hasil ini dapat menjadi salah satu cara memanfaatkan potensi limbah pertanian untuk menjadi bahan pakan ternak.

Penambahan daun kelor pada silase jerami secara signifikan meningkatkan kualitas nutrisi, khususnya meningkatkan protein kasar dan menurunkan serat kasar.Daun kelor juga memperbaiki kualitas fisik silase, seperti warna, aroma, dan tekstur.Temuan ini menunjukkan bahwa daun kelor dapat menjadi aditif efektif untuk meningkatkan nilai gizi pakan ternak ruminansia dan mendukung kesehatan ternak melalui pemanfaatan sumber pakan lokal yang bernilai tinggi.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efek penambahan daun kelor dengan konsentrasi lebih tinggi (misalnya 20 % – 30 %) serta variasi durasi fermentasi terhadap kualitas nutrisi dan sifat organoleptik silase, untuk mengetahui batas optimal penggunaan kelor tanpa menurunkan nilai bahan kering. Selain itu, studi berikutnya dapat mengevaluasi peran mikroorganisme inokulasi (misalnya starter lactic acid bacteria) yang dikombinasikan dengan daun kelor pada proses ensilase, guna memahami interaksi antara aditif nabati dan mikroba serta dampaknya terhadap produksi asam laktat, pH, dan stabilitas silase. Selanjutnya, diperlukan uji in‑vivo dengan memberi pakan ternak ruminansia yang mengandung silase jerami padi   daun kelor untuk menilai pengaruhnya terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kesehatan hewan, sehingga dapat memastikan manfaat praktis dari aditif kelor dalam skala produksi peternakan. Penelitian‑penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas aplikasi daun kelor sebagai aditif pakan, mengoptimalkan proses produksi silase, dan memberikan bukti ilmiah bagi implementasi di lapangan.

Read online
File size201.32 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test