SAGITASAGITA

Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and AdvancedFuture Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced

Rendahnya kinerja petugas MTBS Puskesmas tersebut sangat dipengaruhi oleh kurangnya rangsangan dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tupoksi dinas kesehatan, kurang adanya inovasi dan kreativitas dalam melaksanakan pekerjaan, beban kerja yang tinggi, status pekerjaan dan masa kerja, serta keinginan dalam meningkatkan kinerja pribadi masih kurang, belum adanya penghargaan bersifat insentif dari dinas kesehatan terhadap petugas MTBS yang berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor masa kerja, beban kerja dan status kepegawaian dengan kinerja bidan dalam melaksanakan program MTBS di Puskesmas Indrajaya dan Delima. Jenis penelitian adalah analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Bidan di Puskesmas Indrajaya dan Delima sebanyak 96 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji statistik logistik regresi dengan program stata 14.2. Hasil penelitian diketahui cakupan MTBS di Puskesmas Indrajaya 75,4% dan di Puskesmas Delima 62,2%. Hasil uji statistik faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan program MTBS adalah variabel masa kerja (p-value = 0,020) dan beban kerja (p-value = 0,015) dengan kinerja bidan dalam melaksanakan program Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Puskesmas Indrajaya dan Delima Kabupaten Pidie.

Berdasarkan hasil penelitian univariat yang telah dilakukan kepada bidan pelaksana program MTBS Puskesmas Indrajaya dan Delima Kabupaten Pidie dapat disimpulkan bahwa cakupan pelayanan MTBS di Puskesmas Indrajaya 75,4%, Puskesmas Delima 62,2%.Kinerja bidan dalam pelaksanaan program MTBS baik 64,6% dan kinerja kurang 34,4%.Masa kerja bidan baru 63,5%, sedangkan 36,5% masa kerja lama.Beban kerja ringan pada bidan 55,2% dan beban kerja sedang 44,8%.Status PNS pada bidan 77,1%, dan Non PNS 22,9%.Analisis bivariat dengan uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dari variabel masa kerja (p-value = 0,020) dan beban kerja (p-value = 0,015) dengan kinerja bidan dalam melaksanakan program Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Puskesmas Indrajaya dan Delima Kabupaten Pidie.Analisis multivariat berdasarkan uji regresi terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel masa kerja baru dengan kinerja bidan dalam melaksanakan program MTBS di Puskesmas Indrajaya dan Delima Kabupaten Pidie.

Untuk meningkatkan kinerja bidan dalam melaksanakan program Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), disarankan untuk mengadakan refreshing pelatihan MTBS bagi bidan dengan masa kerja yang baru guna meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, perlu memperkuat tim supervisi MTBS di Puskesmas dan menunjuk seorang case manager yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan MTBS. Dalam mengurangi beban kerja yang berat, kegiatan MTBS dapat dilaksanakan secara tim antara bidan, perawat, petugas gizi, dan petugas apotek. Dengan pendekatan tim ini, beban kerja dapat dibagi dan dikoordinasikan dengan lebih baik, sehingga kinerja bidan dapat ditingkatkan.

  1. HUBUNGAN MASA KERJA, BEBAN KERJA DAN STATUS KEPEGAWAIAN TERHADAP KINERJA BIDAN DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM... doi.org/10.61579/future.v2i1.57HUBUNGAN MASA KERJA BEBAN KERJA DAN STATUS KEPEGAWAIAN TERHADAP KINERJA BIDAN DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM doi 10 61579 future v2i1 57
Read online
File size280.44 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test