KARYAKESEHATANKARYAKESEHATAN

Karya Kesehatan Journal of Community EngagementKarya Kesehatan Journal of Community Engagement

Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja (K3) selama aktivitas di laboratorium, diperlukan pelaksanaan laboratorium yang jelas dan komprehensif. Langkah‑langkah keselamatan kerja harus disertai dengan metode kerja yang baik serta dipatuhi oleh seluruh teknisi laboratorium. Tahapan kerja di laboratorium dimulai dengan pemahaman terhadap peraturan kesehatan dan keselamatan kerja, kepatuhan terhadap kode berpakaian, prosedur penanganan bahan kimia dan peralatan laboratorium secara aman, serta pembuangan limbah yang tepat. Saat ini, mayoritas laboratorium di Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya belum sepenuhnya menerapkan K3. Hal ini terbukti dari kurangnya fasilitas, peralatan, dan tanda‑tanda keselamatan di lingkungan sekitarnya. Selain itu, tenaga laboratorium termasuk kepala laboratorium, asisten laboratorium, dan teknisi laboratorium belum pernah memperoleh pelatihan terkait kesehatan dan keselamatan atau sertifikasi K3. Oleh karena itu, dianggap perlu memberikan bantuan teknis dan panduan mengenai penerapan K3 di laboratorium dan lingkungan Fakultas Teknik.

Kegiatan pelatihan K3 yang dilaksanakan di Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya berhasil meningkatkan pengetahuan dan sikap teknisi laboratorium terhadap keselamatan kerja, terbukti dari perbedaan signifikan antara hasil pre‑test dan post‑test.Hasil post‑test menunjukkan peningkatan pemahaman tentang dasar‑dasar keselamatan, teori kebakaran, serta penggunaan alat perlindungan diri dan pemadam kebakaran (APAR).Dengan demikian, peserta menjadi lebih kompeten dalam menerapkan prosedur K3 serta penggunaan APD dan APAR secara efektif.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi retensi pengetahuan K3 pada teknisi laboratorium setelah jangka waktu tiga hingga enam bulan untuk menilai keberlanjutan efektivitas pelatihan; selain itu, perbandingan antara metode pelatihan tradisional (ceramah‑demonstrasi) dengan pendekatan berbasis simulasi virtual dapat dilakukan untuk menentukan strategi paling efisien dalam meningkatkan kompetensi K3; akhirnya, studi lintas‑fakultas dapat memperluas penerapan program pelatihan ini ke laboratorium lain di universitas, guna mengidentifikasi faktor-faktor institusional yang mempengaruhi keberhasilan implementasi K3 secara lebih luas.

Read online
File size687.49 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test