UMTUMT

COMPETITIVE Jurnal Akuntansi dan KeuanganCOMPETITIVE Jurnal Akuntansi dan Keuangan

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh etika dan kompensasi terhadap kinerja Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Inspektorat Kabupaten Tulungagung. Peneliti menjadikan kinerja APIP sebagai variabel dependen, sedangkan etika dan kompensasi sebagai variabel independen. Sebanyak 31 responden yang merupakan APIP turut serta dalam penelitian ini, dengan data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner langsung. Instrumen mengukur respons menggunakan skala Likert 1 (sangat tidak setuju) hingga 10 (sangat setuju). Analisis meliputi pengujian MSI untuk konversi data ordinal menjadi interval, uji kualitas data, asumsi klasik, serta regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 23. Hasil menunjukkan bahwa etika dan kompensasi memberikan pengaruh positif terhadap kinerja APIP, dengan kontribusi sebesar 49,7% sementara 50,3% dipengaruhi oleh variabel lain.

Etika berhubungan positif dengan kinerja APIP di Inspektorat Kabupaten Tulungagung, dimana penerapan kode etik meningkatkan integritas, objektivitas, dan profesionalisme auditor.Kompensasi juga berhubungan positif dengan kinerja APIP, karena kompensasi yang sesuai memberikan motivasi bagi auditor untuk meningkatkan performa.Penelitian ini terbatas pada satu inspektorat dengan sampel 31 responden, sehingga generalisasi hasil perlu diuji lebih luas.

Bagaimana pengaruh variabel organisasi seperti budaya kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja APIP di berbagai daerah? Penelitian selanjutnya dapat memperluas populasi dengan melibatkan APIP dari beberapa inspektorat provinsi untuk menguji generalisasi temuan. Apakah penggunaan teknologi informasi dalam proses audit internal dapat meningkatkan efektivitas etika dan kompensasi dalam meningkatkan kinerja auditor? Studi longitudinal yang mengikuti perubahan kinerja APIP selama lima tahun dapat memberikan gambaran dinamika pengaruh etika dan kompensasi seiring waktu. Analisis perbandingan antara auditor negeri dan swasta mengenai persepsi kompensasi dapat mengungkap perbedaan motivasi kerja. Pengujian model mediasi yang memasukkan faktor kepuasan kerja sebagai perantara antara etika, kompensasi, dan kinerja dapat memperkaya pemahaman teoritis. Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dapat mengeksplorasi hambatan implementasi kode etik di lapangan. Bagaimana efektivitas program pelatihan etika berkelanjutan dalam meningkatkan integritas auditor dapat diukur melalui eksperimen terkontrol. Akhirnya, penelitian intervensi yang menguji kombinasi insentif finansial dan non‑finansial dapat menentukan strategi kompensasi optimal untuk meningkatkan kinerja APIP.

  1. Determinants of Internal Audit Effectiveness in Decentralized Local Government Administrative Systems... doi.org/10.5539/ijbm.v11n11p184Determinants of Internal Audit Effectiveness in Decentralized Local Government Administrative Systems doi 10 5539 ijbm v11n11p184
Read online
File size524.83 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test