KARYAKESEHATANKARYAKESEHATAN

TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran KomunitasTERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas

Bronchopneumonia suatu peradangan pada parenkim paru yang terlokalisir yang biasanya mengenai bronkiolus dan juga mengenai alveolus disekitarnya, yang sering menimpa anak-anak, bayi, dan balita, yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing. Nebulizer adalah alat yang dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol atau uap yang sangat halus secara terus menerus dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan atau gelombang ultrasonik agar bisa di hisap ke dalam saluran pernapasan dan paru-paru. Tujuan studi kasus mengetahui efektivitas penerapan terapi inhalasi nebulizer pada anak yang mengalami bronchopneumonia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi kasus ini adalah klien bronchopneumonia yang dirawat di Ruang Lambu Barakati II RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara yang berjumlah III subjek. Penelitian dilakukan sejak tanggal 9 sampai 21 Juli 2018. Setelah dilakukan penerapan terapi inhalasi nebulizer pada penderita bronchopneumonia, hasilnya keluhan yang dialami klien dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi inhalasi nebulizer efektif untuk mengatasi keluhan yang dialami klien yang menderita bronchopneumonia.

Berdasarkan hasil studi kasus, terdapat perbedaan keefektifan terapi inhalasi nebulizer di antara tiga subjek.Intervensi dilakukan selama empat hari dengan frekuensi tiga kali per hari.subjek I dan II mencapai efektivitas pada hari keempat, sedangkan subjek III menunjukkan perbaikan lebih cepat, yang dipengaruhi oleh faktor usia.Secara keseluruhan, terapi inhalasi nebulizer terbukti berhasil dan efektif untuk semua subjek.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas nebulizer dengan perangkat inhalasi lain seperti metered‑dose inhaler pada anak dengan bronchopneumonia untuk menentukan pilihan terapi paling optimal; penelitian juga perlu mengevaluasi dosis dan frekuensi nebulizer yang paling tepat pada berbagai kelompok usia anak, mengingat perbedaan respons terapi yang dipengaruhi oleh usia; selain itu, studi jangka panjang tentang dampak kombinasi terapi nebulizer dan regimen antibiotik terhadap tingkat kekambuhan dan pemulihan fungsi pernapasan pada pasien anak sangat diperlukan untuk memperkuat bukti klinis dan memperbaiki protokol perawatan.

Read online
File size593.29 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test