PNCPNC
InfotekmesinInfotekmesinDaun ketapang merupakan contoh biomassa yang dapat dimanfaatkan menjadi briket. Namun, daun ketapang menghasilkan nilai kalor yang rendah sehingga membutuhkan bahan tambahan untuk meningkatkan nilai kalor, salah satunya adalah tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana variasi komposisi bahan baku dan kadar perekat tepung tapioka memengaruhi kualitas briket pada parameter nilai kalor, kadar air, kadar abu, zat mudah menguap, kadar karbon tetap dan densitas. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini melibatkan pencampuran arang daun ketapang dan arang tempurung kelapa, lalu ditambahkan perekat berupa tepung tapioka. Hasil studi menunjukkan bahwa semua briket yang diuji sudah memenuhi standar SNI 8966-2021 kecuali pada parameter densitas. Kesimpulan dari studi tersebut adalah semakin banyak komposisi bahan baku briket dan semakin rendah kadar perekat tepung tapioka maka kualitas briket akan semakin baik. Briket campuran yang menghasilkan kualitas terbaik adalah pada komposisi 20% arang daun ketapang : 80% arang tempurung kelapa. Perekat tepung tapioka yang menghasilkan kualitas briket terbaik adalah pada persentase 5%.
Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa komposisi briket campuran arang daun ketapang dan arang tempurung kelapa mempengaruhi parameter parameter kualitas briket yang mengacu pada SNI 8966-2021 Semakin banyak tempurung kelapa dalam campuran, komposisi arang semakin tinggi nilai kalor, kadar karbon tetap dan densitas briket yang dihasilkan, sedangkan kadar air, kadar abu, dan kadar zat mudah menguap akan semakin rendah.Selain itu, pengaruh kadar perekat tepung tapioka terhadap kualitas briket mengacu pada SNI 8966-2021, dimana semakin banyak kadar perekat, semakin rendah nilai kalor dan kadar karbon tetap briket, namun kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap dan densitas briket akan semakin meningkat.
Saran penelitian lanjutan pertama adalah mengkaji pengaruh variasi tekanan kompaksi selama proses pencetakan briket terhadap densitas dan kepatuhan terhadap standar SNI 8966-2021, sehingga dapat menemukan tekanan optimal yang menghasilkan briket dengan densitas ≥0,9 g/cm³. Saran kedua adalah melakukan percobaan dengan menggunakan bahan perekat alternatif yang bersifat biodegradabel, seperti serbuk pati jagung atau limbah kulit singkong, untuk menilai dampak terhadap nilai kalor, kandungan abu, dan emisi asap dibandingkan dengan tepung tapioka. Saran ketiga adalah melakukan uji pembakaran jangka panjang pada briket komposisi optimal (20 % arang daun ketapang : 80 % arang tempurung kelapa dengan 5 % perekat) dalam kondisi pembangkit listrik skala kecil, guna mengevaluasi kestabilan nilai kalor, efisiensi pembakaran, serta dampak lingkungan selama operasi. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas briket dan memungkinkan penerapan yang lebih luas dalam sektor energi terbarukan. Selain itu, analisis biaya produksi dan analisis siklus hidup briket yang dihasilkan dapat memberikan gambaran ekonomis dan ekologis yang penting bagi pengembangan kebijakan energi berkelanjutan.
- Pengaruh Komposisi Bahan Baku dan Kadar Perekat Tepung Tapioka Terhadap Kualitas Briket dari Campuran... doi.org/10.35970/infotekmesin.v16i2.2483Pengaruh Komposisi Bahan Baku dan Kadar Perekat Tepung Tapioka Terhadap Kualitas Briket dari Campuran doi 10 35970 infotekmesin v16i2 2483
- Analisis Kadar Air dan Kadar Abu Briket Lumpur IPAL dan Fly Ash dengan Penambahan Serbuk Gergaji Kayu... journal.literasisains.id/index.php/insologi/article/view/1047Analisis Kadar Air dan Kadar Abu Briket Lumpur IPAL dan Fly Ash dengan Penambahan Serbuk Gergaji Kayu journal literasisains index php insologi article view 1047
- UJI LAJU PEMBAKARAN DAN NILAI KALOR BRIKET WAFER SEKAM PADI DENGAN VARIASI TEKANAN | Aljarwi | ORBITA:... doi.org/10.31764/orbita.v6i2.2645UJI LAJU PEMBAKARAN DAN NILAI KALOR BRIKET WAFER SEKAM PADI DENGAN VARIASI TEKANAN Aljarwi ORBITA doi 10 31764 orbita v6i2 2645
- Pengaruh Komposisi Bahan Baku dan Ukuran Partikel Terhadap Kualitas Biobriket dari Cangkang Buah Karet... doi.org/10.32734/jtk.v12i1.9818Pengaruh Komposisi Bahan Baku dan Ukuran Partikel Terhadap Kualitas Biobriket dari Cangkang Buah Karet doi 10 32734 jtk v12i1 9818
| File size | 290.18 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPOUMPO Pengurangan ini diidentifikasi sebagai alasan peningkatan kekerasan dan ketahanan keausan spesimen. Namun, untuk spesimen yang disinter pada 600°C, pengamatanPengurangan ini diidentifikasi sebagai alasan peningkatan kekerasan dan ketahanan keausan spesimen. Namun, untuk spesimen yang disinter pada 600°C, pengamatan
LLDIKTI13LLDIKTI13 Setiap kelompok perlakuan dapat menyembuhkan tukak lambung, tetapi dosis paling efektif dalam penyembuhan terjadi pada kelompok perlakuan 1 dengan pemberianSetiap kelompok perlakuan dapat menyembuhkan tukak lambung, tetapi dosis paling efektif dalam penyembuhan terjadi pada kelompok perlakuan 1 dengan pemberian
ITNITN Tujuan dari riset ini buat mengenali pengaruh komposisi penyusun briket terhadap nilai ciri briket. Pengujian yang dicoba dalam riset ini meliputi: kuatTujuan dari riset ini buat mengenali pengaruh komposisi penyusun briket terhadap nilai ciri briket. Pengujian yang dicoba dalam riset ini meliputi: kuat
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN 7%). Penyakit periodontal yang paling umum ditemukan pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Bara-Barayya adalah periodontitis dengan persentase 68,3%.7%). Penyakit periodontal yang paling umum ditemukan pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Bara-Barayya adalah periodontitis dengan persentase 68,3%.
JOURNAL JPSJOURNAL JPS Ekstrak etil asetat daun jambu air (Syzygium aqueum) mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterolEkstrak etil asetat daun jambu air (Syzygium aqueum) mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Uji fisik dilakukan pada hari ke-0 (setelah pembuatan) dan ke-7 dengan hasil uji fisik sediaan secara organoleptis memiliki bau khas kemangi, berwarnaUji fisik dilakukan pada hari ke-0 (setelah pembuatan) dan ke-7 dengan hasil uji fisik sediaan secara organoleptis memiliki bau khas kemangi, berwarna
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Gaharu merupakan salah satu jenis tanaman obat yang sering digunakan karena khasiatnya sebagai penurun demam, penambah nafsu makan, pelancar haid, danGaharu merupakan salah satu jenis tanaman obat yang sering digunakan karena khasiatnya sebagai penurun demam, penambah nafsu makan, pelancar haid, dan
IBRAHIMYIBRAHIMY Namun pemberian larutan daun Ketapang tidak memberikan pengaruh nyata (P > 0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup larva ikan lele Sangkuriang. Rata-rataNamun pemberian larutan daun Ketapang tidak memberikan pengaruh nyata (P > 0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup larva ikan lele Sangkuriang. Rata-rata
Useful /
DEWANSENGKETADEWANSENGKETA Peningkatan kegiatan bisnis telah memicu persaingan yang sering berujung pada sengketa antara pelaku usaha. Arbitrase menjadi salah satu alternatif penyelesaianPeningkatan kegiatan bisnis telah memicu persaingan yang sering berujung pada sengketa antara pelaku usaha. Arbitrase menjadi salah satu alternatif penyelesaian
IRIBBIRIBB Perlakuan perendaman kolkisin meningkatkan jumlah kloroplas pada sel penjaga stomata serta ukuran stomata namun menurunkan kerapatan stomata. PerendamanPerlakuan perendaman kolkisin meningkatkan jumlah kloroplas pada sel penjaga stomata serta ukuran stomata namun menurunkan kerapatan stomata. Perendaman
PNCPNC Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pembacaan daya listrik menggunakan sensor PZEM-004T serta sistem pemantauan daya listrik dan biayaPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pembacaan daya listrik menggunakan sensor PZEM-004T serta sistem pemantauan daya listrik dan biaya
ISIMU PACITANISIMU PACITAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran bolavoli dengan media modifikasi bola mini termasuk kategori aktif, dengan peningkatanPenelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran bolavoli dengan media modifikasi bola mini termasuk kategori aktif, dengan peningkatan