PNCPNC

InfotekmesinInfotekmesin

Aluminium mempunyai karakteristik yang menguntungkan seperti tahan terhadap korosi, penghantar panas, penghantar listrik dan juga ringan. Tetapi bila melihat pada material baja, aluminium memiliki sifat yang tidak menguntungkan dalam hal pengelasan. Sambungan las bisa berpengaruh terhadap pemilihan arus listrik pengelasan dan bahan tambah yang sesuai dengan logam induk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kekuatan sambungan las MIG aluminium paduan AA6063 terhadap variasi kampuh las dengan arus listrik. Data hasil pengujian memperlihatkan nilai sama dengan 1. Nilai uji tarik tertinggi menggunakan kampuh X pada arus listrik 150 ampere yaitu 14,05 kg/mm², Nilai tegangan tarik paling rendah dengan kampuh K pada arus 155 ampere 6,75 kg/mm². 2. Hasil pengujian nilai kekerasan tertinggi dengan kampuh V pada arus 160 ampere yaitu 87,09 HRB pada daerah weld metal kemudian daerah HAZ mengalami penurunan nilai kekerasan yaitu 76,33 HRB dan daerah logam induk meningkat kembali nilainya yaitu 78,80 HRB dan 3. Hasil ini menunjukan bahwa pengelasan dengan kampuh X adalah lebih baik dari kampuh V dan kampuh K berdasarkan arus listrik yang diberikan dalam hasil pengujian.

Pengaruh variasi kampuh las terhadap arus listrik terlihat pada hasil pengujian tarik, dimana kampuh X menghasilkan tegangan tarik maksimum 14,05 kg/mm² pada 150 A, sementara kampuh V menghasilkan kekerasan tertinggi 88,24 HRB pada weld metal.Setiap jenis kampuh membutuhkan arus listrik yang berbeda untuk mencapai hasil optimal, yaitu kampuh V pada 155 A, kampuh X pada 150 A, dan kampuh K pada 160 A.Secara keseluruhan, kampuh X memberikan performa paling baik dibandingkan kampuh V dan K.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh variasi komposisi gas pelindung (argon, helium, atau campuran keduanya) secara sistematis terhadap kualitas sambungan las MIG pada aluminium AA6063. Selain itu, perlu dilakukan analisis mikrostruktur dengan teknik transmisi elektron (TEM) dengan resolusi tinggi untuk memahami hubungan antara zona HAZ, distribusi fase intermetalik, dan sifat mekanik pada variasi kampuh dan arus listrik. Studi komparatif antara AA6063 dan paduan aluminium lainnya, seperti AA2024 atau AA7075, dengan variasi parameter proses dapat mengungkap apakah pola optimal kampuh dan arus yang ditemukan bersifat universal atau khusus untuk tiap paduan. Pengembangan model numerik berbasis elemen hingga (FEA) yang memprediksi distribusi temperatur dan deformasi termal selama proses pengelasan dapat membantu merancang parameter optimal dengan validasi eksperimental. Akhirnya, evaluasi ketahanan kelelahan sambungan las dalam kondisi beban siklik serta pengaruh korosi pada sambungan yang dihasilkan dalam lingkungan laut akan memberikan gambaran komprehensif tentang performa jangka panjang.

  1. PENGARUH VARIASI SUDUT KAMPUH V TERHADAP SIFAT MEKANIS PADA SAMBUNGAN LAS ALUMINIUM 5083 ENGINE GIRDER... jurnal.sttmcileungsi.ac.id/index.php/tekno/article/view/63PENGARUH VARIASI SUDUT KAMPUH V TERHADAP SIFAT MEKANIS PADA SAMBUNGAN LAS ALUMINIUM 5083 ENGINE GIRDER jurnal sttmcileungsi ac index php tekno article view 63
  2. Pengaruh Kuat Arus Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro Pada Pengelasan Mig (Metal Inert Gas) Aluminium... doi.org/10.24269/jtm.v1i01.4271Pengaruh Kuat Arus Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro Pada Pengelasan Mig Metal Inert Gas Aluminium doi 10 24269 jtm v1i01 4271
  3. Pengaruh Variasi Kampuh Las dan Arus Listrik Terhadap Kekuatan Sambungan Las (Metal Inert Gas) MIG Pada... ejournal.pnc.ac.id/index.php/infotekmesin/article/view/2548Pengaruh Variasi Kampuh Las dan Arus Listrik Terhadap Kekuatan Sambungan Las Metal Inert Gas MIG Pada ejournal pnc ac index php infotekmesin article view 2548
Read online
File size864.97 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test