PNCPNC

InfotekmesinInfotekmesin

Terowongan angin dalam pengujian aerodinamika selalu memiliki ukuran yang sangat besar untuk menghindari adanya intensitas turbulensi yang tinggi. Analisis turbulensi digunakan untuk menentukan ukuran terowongan angin yang lebih kecil sesuai standar untuk lebih efisien pada ruangan yang terbatas. Penggunaan bahan resin fiber epoxy dikarenakan lebih ringan dibandingkan pada aluminium dengan ketebalan 5 mm. Tujuan penelitian menghasilkan terowongan angin dengan ukuran yang kecil dengan intensitas turbulensi yang rendah dan meminimalisir biaya pembuatan yang besar. Metode yang digunakan konstruktif untuk menganalisis desain terowongan angin dalam mengetahui maksimal kecepatan aliran angin pada lokasi tidak melebihi batas intensitas turbulensi. Hasil analisa didapatkan bahwa desain struktur terowongan angin mempunyai kemampuan menerima aliran angin inlet sebesar 5 m/s dengan maksimal kecepatan aliran angin di lokasi uji sebesar 10,7 m/s. Desain terowongan angin tidak dapat lebih dari kecepatan maksimal aliran angin pada lokasi uji karena akan menghasilkan intensitas turbulensi di atas 5 % yang berpengaruh pada hasil uji.

Simulasi CFD menunjukkan bahwa desain wind tunnel berbahan komposit resin fiber epoxy menghasilkan intensitas turbulensi ≤ 5 %, sehingga tidak memengaruhi hasil pengujian aerodinamika.Wind tunnel dapat menghasilkan aliran angin yang seragam dengan kecepatan maksimum 10,7 m/s pada test section, dan kontrol kecepatan aliran harus sesuai dengan batas intensitas turbulensi untuk menjaga keseragaman.Pemasangan honeycomb heksagonal serta penggunaan material komposit memungkinkan kontrol efektif terhadap turbulensi, dan pengujian eksperimental selanjutnya akan dilakukan dengan alat ukur gaya untuk memvalidasi hasil simulasi.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi geometri honeycomb, seperti perbandingan antara sel heksagonal dan kotak, terhadap penurunan intensitas turbulensi pada wind tunnel skala kecil untuk menentukan konfigurasi paling efektif dalam meningkatkan kualitas aliran udara. Selanjutnya, studi dapat menguji penerapan kontrol aliran aktif, misalnya teknik hisap atau tiupan pada bagian inlet, sebagai cara untuk menurunkan intensitas turbulensi di bawah 5 % pada kecepatan inlet yang lebih tinggi, sehingga memperluas rentang operasional wind tunnel. Terakhir, penting untuk menilai ketahanan material komposit epoxy terhadap perubahan suhu dan kelembaban lingkungan, dengan melakukan uji jangka panjang yang memantau perubahan sifat mekanik dan performa aerodinamis, untuk memastikan keandalan struktur wind tunnel dalam kondisi operasional yang beragam.

  1. "3-Component Force Balance" by Milan Tomin, Marco Scipioni et al.. component force balance... commons.erau.edu/jaaer/vol29/iss1/53 Component Force Balance by Milan Tomin Marco Scipioni et al component force balance commons erau edu jaaer vol29 iss1 5
  2. 0. pdf obj endobj bm mf bt rg a6 beff dt b7m duau jv ksk endstream 3r 35w w3t04 30pisp t0p r0t hx gvvk... doi.org/10.22214/ijraset.2022.470870 pdf obj endobj bm mf bt rg a6 beff dt b7m duau jv ksk endstream 3r 35w w3t04 30pisp t0p r0t hx gvvk doi 10 22214 ijraset 2022 47087
Read online
File size607.3 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test