STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA
Journal of Information System, Informatics and ComputingJournal of Information System, Informatics and ComputingSistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dikembangkan dalam penelitian ini bertujuan untuk membantu manajemen PT. Telkom dalam menentukan kenaikan golongan karyawan Customer Service Representative (CSR) berdasarkan sejumlah kriteria yang relevan. Metode AHP dan TOPSIS digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Pertama, metode AHP digunakan untuk memperoleh bobot relatif dari setiap kriteria yang dipertimbangkan. Kriteria-kriteria ini dapat mencakup hal-hal seperti kinerja kerja, pengetahuan dan keterampilan, pengalaman kerja, dan faktor lain yang dianggap penting dalam mengevaluasi karyawan CSR. Dengan menggunakan AHP, bobot relatif dari setiap kriteria dapat ditentukan berdasarkan preferensi relatif dari manajemen PT. Telkom. Setelah itu, metode TOPSIS digunakan untuk merangkingkan karyawan CSR berdasarkan skor kesesuaian mereka dengan solusi ideal. Solusi ideal dalam konteks ini adalah karyawan CSR yang paling layak untuk mendapatkan kenaikan golongan. TOPSIS membandingkan setiap karyawan CSR dengan solusi ideal positif (karyawan dengan kriteria terbaik) dan solusi ideal negatif (karyawan dengan kriteria terburuk). Dengan menggunakan perhitungan matematis, TOPSIS memberikan skor kepada setiap karyawan CSR dan menghasilkan peringkat yang menunjukkan tingkat kesesuaian mereka dengan solusi ideal. Dalam praktiknya, sistem pendukung keputusan ini akan memungkinkan manajemen PT. Telkom untuk menginput data karyawan CSR, menentukan bobot kriteria dengan metode AHP, dan memperoleh peringkat karyawan berdasarkan metode TOPSIS. Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan yang lebih objektif dan akurat dalam menentukan kenaikan golongan karyawan CSR. Dengan menggunakan kombinasi metode AHP dan TOPSIS, sistem pendukung keputusan ini diharapkan dapat membantu PT. Telkom dalam proses pengambilan keputusan yang lebih efisien dan dapat diandalkan dalam menentukan kenaikan golongan karyawan CSR.
Berdasarkan hasil uraian dan analisis yang telah diuraikan, dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut.Telkom kesulitan dalam menentukan kenaikan golongan pada karyawan CSR, maka dari itu dibuatlah sistem pendukung keputusan untuk menentukan kenaikan golongan karyawan CSR menggunakan metode AHP dan TOPSIS.Sistem aplikasi dirancang dengan menggabungkan dua metode yaitu AHP dan TOPSIS serta di implemantasikan menggunakan GUI.Didapat hasil akhir dengan mencari nilai terjauh dari ideal negative dan terpendek dari nilai ideal positif.Diketahui hasil dari sistem pendukung keputusan ini bahwa alternative K3/A3 yaitu karyawan bernama REO GENTA yang memiliki nilai paling baik dan paling berpotensi untuk mendapatkan kenaikan golongan.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: 1. Mengembangkan sistem pendukung keputusan yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor-faktor tambahan, seperti kepuasan pelanggan dan kontribusi karyawan terhadap perusahaan. 2. Menganalisis dampak sistem pendukung keputusan terhadap motivasi dan kinerja karyawan, serta mengukur tingkat kepuasan karyawan terhadap sistem yang diterapkan. 3. Melakukan studi kasus di perusahaan-perusahaan lain dengan karakteristik yang berbeda untuk membandingkan efektivitas sistem pendukung keputusan dalam menentukan kenaikan golongan karyawan.
| File size | 1.08 MB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
ADMIADMI Pengobatan TB yang adekuat dapat mengurangi angka kematian di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pola kepekaan OAT pada pasien TB. Metode penelitianPengobatan TB yang adekuat dapat mengurangi angka kematian di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pola kepekaan OAT pada pasien TB. Metode penelitian
ADMIADMI Total skor menggunakan PSEQ yang terdiri dari 10 item adalah 23 dengan interpretasi sedang sedangkan ODI sebesar 30% sehingga interpretasi nyeri pada kelompokTotal skor menggunakan PSEQ yang terdiri dari 10 item adalah 23 dengan interpretasi sedang sedangkan ODI sebesar 30% sehingga interpretasi nyeri pada kelompok
IAIKHOZINIAIKHOZIN Dampak pernikahan dini bagi perempuan meliputi kehilangan masa remaja, peningkatan perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, serta ketidakharmonisan keluarga.Dampak pernikahan dini bagi perempuan meliputi kehilangan masa remaja, peningkatan perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, serta ketidakharmonisan keluarga.
UQGRESIKUQGRESIK Kamera monitoring (ESP‑32 CAM) berhasil mengirimkan video real‑time ke web pengelola tanpa gangguan signifikan. Hasil pengujian menunjukkan sistemKamera monitoring (ESP‑32 CAM) berhasil mengirimkan video real‑time ke web pengelola tanpa gangguan signifikan. Hasil pengujian menunjukkan sistem
ADMIADMI 200 dan taraf sigifikan 0. 000 < 0. 05, artinya hipotesis diterima, dimana terdapat pengaruh antara variabel work engagement dan lingkungan kerja fisik200 dan taraf sigifikan 0. 000 < 0. 05, artinya hipotesis diterima, dimana terdapat pengaruh antara variabel work engagement dan lingkungan kerja fisik
PRINPRIN Untuk mencapainya membutuhkan sumber daya yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rekrutmen, Seleksi dan Penempatan KaryawanUntuk mencapainya membutuhkan sumber daya yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rekrutmen, Seleksi dan Penempatan Karyawan
UKSWUKSW Sedangkan tingkat pekerjaan tidak signifikan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Temuan penelitian ini memberikan informasi yang berguna bagi praktisiSedangkan tingkat pekerjaan tidak signifikan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Temuan penelitian ini memberikan informasi yang berguna bagi praktisi
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Komitmen Organisasi memiliki pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan terhadap hubungan antara motivasi dan kinerja melalui Komitmen Organisasi.Komitmen Organisasi memiliki pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan terhadap hubungan antara motivasi dan kinerja melalui Komitmen Organisasi.
Useful /
PRINPRIN Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan metode kuantitatif asosiatif, dan untuk metode pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaanMetode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan metode kuantitatif asosiatif, dan untuk metode pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan
PRINPRIN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan beberapa hal yang berkaitan deangan pelaksanaan budaya kerja 5S sebagai berikut. XYZBerdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan beberapa hal yang berkaitan deangan pelaksanaan budaya kerja 5S sebagai berikut. XYZ
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dapat digunakan untuk mengembangkan Aplikasi Visitor Management System (VMS) pada lobi InterlinkMetode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dapat digunakan untuk mengembangkan Aplikasi Visitor Management System (VMS) pada lobi Interlink
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang sedang dialami. Menyelesaikan program dan mendapatkan survei kepuasan dari mitra dan pesertaWawancara ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang sedang dialami. Menyelesaikan program dan mendapatkan survei kepuasan dari mitra dan peserta