UKSWUKSW

Jurnal Ekonomi dan BisnisJurnal Ekonomi dan Bisnis

Kelelahan Emosi, frustasi maupun emosional atau yang disebut burnout merupakan penyebab sikap kerja yang buruk, konsentrasi yang tidak fokus serta penilaian yang negatif pada karyawan, dalam dunia kerja banyak sekali hal hal yang mempengaruhi seorang pekerja dalam mencapai kepuasan kerja, faktor yang mengakibatkan pimpinan dan pekerja itu sendiri tidak puas akan hasil pekerjaan yang sudah diselesaikan akibat kelelahan, emosi, frustasi. Pada studi ini peneliti menggunakan sample 166 pegawai Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa dengan jabatan fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia. Studi kami menemukan bahwa tingkat pekerjaan memiliki hubungan positif dengan kepuasan kerja, dan kelelahan memiliki hubungan positif dengan tingkat pekerjaan, kepuasan kerja, dan kinerja tugas. Sedangkan tingkat pekerjaan tidak signifikan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Temuan penelitian ini memberikan informasi yang berguna bagi praktisi pengembangan organisasi dan peneliti Jonathan dalam memahami kepuasan kerja pada pejabat Fungsional UKPBJ serta kinerja tugas di lingkungan kerja UKPBJ. Temuan ini bermanfaat bagi para profesional untuk lebih memahami dinamika kelelahan dalam mempromosikan kepuasan kerja dan kinerja tugas karyawan berdasarkan tingkatan pekerjaan mereka dan masalah psikologis pekerja pada Aparatur Sipil Negara di Republik Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat jabatan memiliki hubungan positif dengan kepuasan kerja, sementara kelelahan berhubungan negatif dengan tingkat jabatan, kepuasan kerja, dan kinerja tugas.Keahlian kelelahan juga menurunkan kinerja tugas, namun tingkat jabatan tidak signifikan mempengaruhi kinerja karyawan.Temuan ini membantu praktisi memahami dinamika kelelahan dan kepuasan di kalangan pejabat fungsional UKPBJ.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel ke berbagai lembaga pemerintah guna memvalidasi temuan. Desain longitudinal akan mengungkap dinamika perubahan tingkat jabatan dan burnout seiring waktu. Penelitian bisa menelaah peran dukungan organisasi sebagai mediator antara burnout dan kepuasan kerja. Variabel tambahan seperti kepuasan kerja keluarga dapat memperkaya pemahaman dampak burnout. Analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dapat mengidentifikasi faktor budaya yang mempengaruhi. Eksperimen intervensi pelatihan manajemen stres dapat menilai efektivitas program pencegahan. Perbandingan antar negara dengan struktur birokrasi berbeda dapat mengevaluasi perbedaan kontekstual. Penelitian berikutnya dapat memasukkan analisis media sosial untuk mengukur persepsi karyawan. Metode campuran (mixed‑methods) dapat menggabungkan data kuantitatif dan k 으. Hasil penelitian dapat digunakan untuk merancang kebijakan kesejahteraan di sektor publik.

Read online
File size328.73 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test