BPSKALBARBPSKALBAR

Jurnal Forum Analisis Statistik (FORMASI)Jurnal Forum Analisis Statistik (FORMASI)

Kasus HIV/AIDS masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang perlu dianalisis tidak hanya dari sisi jumlah kasus, tetapi juga dari pola perubahannya antarwaktu dan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kasus baru HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Timur serta menguji hubungan antara indikator sosial-ekonomi dan jumlah kasus baru HIV/AIDS. Data yang digunakan merupakan data panel 10 kabupaten/kota selama periode 2022 sampai 2025, sehingga diperoleh 40 observasi. Variabel respons adalah jumlah kasus baru HIV/AIDS, sedangkan variabel penjelas meliputi kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, dan indikator tahun. Analisis dilakukan menggunakan regresi Poisson dan regresi Binomial Negatif. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa total kasus baru HIV/AIDS menurun dari 453 kasus pada tahun 2022 menjadi 297 kasus pada tahun 2025, tetapi masih terkonsentrasi pada Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kutai Kartanegara. Model Poisson menunjukkan overdispersi dengan deviance/df sebesar 29,6335 dan Pearson/df sebesar 39,0681. Regresi Binomial Negatif memberikan kecocokan model yang lebih baik dengan AIC sebesar 359,5597, lebih rendah dibandingkan model Poisson sebesar 1.168,6176. Hasil model menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka berasosiasi positif dan signifikan dengan jumlah kasus baru HIV/AIDS dengan IRR sebesar 1,5052. Sementara itu, kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin, dan indikator tahun belum signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan indikator ketenagakerjaan dan prioritas wilayah dalam pengendalian HIV/AIDS di Kalimantan Timur.

Penelitian ini menganalisis dinamika kasus baru HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Timur menggunakan data panel 10 kabupaten/kota selama periode 2022-2025.Secara deskriptif, total kasus baru HIV/AIDS menunjukkan kecenderungan menurun dari 453 kasus pada tahun 2022 menjadi 297 kasus pada tahun 2025.Meskipun demikian, penurunan tersebut belum menunjukkan pemerataan antarwilayah karena kasus masih terkonsentrasi pada beberapa daerah, terutama Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.Pola ini menunjukkan bahwa dinamika kasus baru HIV/AIDS di Kalimantan Timur tidak hanya berkaitan dengan perubahan antarwaktu, tetapi juga dengan perbedaan beban kasus antar kabupaten/kota.Hasil pemodelan menunjukkan bahwa regresi Poisson tidak memenuhi asumsi ekuidispersi karena nilai deviance/df dan Pearson/df jauh lebih besar dari satu.Setelah digunakan regresi Binomial Negatif, ukuran dispersi menjadi lebih terkendali dan nilai AIC menurun dari 1.168,6176 pada model Poisson menjadi 359,5597 pada model Binomial Negatif.Dengan demikian, regresi Binomial Negatif lebih sesuai digunakan untuk menganalisis jumlah kasus baru HIV/AIDS di Kalimantan Timur karena mampu mengakomodasi overdispersi pada data cacah.Berdasarkan model akhir, tingkat pengangguran terbuka merupakan satu-satunya variabel penjelas yang berasosiasi signifikan dengan jumlah kasus baru HIV/AIDS.Nilai IRR sebesar 1,5052 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu poin persentase tingkat pengangguran terbuka berkaitan dengan peningkatan rata-rata jumlah kasus baru HIV/AIDS sekitar 50,52%, dengan asumsi variabel lain tetap.Sementara itu, kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin, dan efek tahun belum menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang dan menambahkan variabel yang lebih dekat dengan mekanisme penularan dan deteksi HIV/AIDS, seperti cakupan tes HIV, akses layanan kesehatan, mobilitas penduduk, tingkat pendidikan, cakupan pengobatan, dan indikator perilaku berisiko. Selain itu, metode yang secara eksplisit memasukkan ketergantungan spasial antarwilayah dapat digunakan untuk membahas aspek spasial secara lebih kuat. Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika kasus baru HIV/AIDS di Kalimantan Timur dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Read online
File size303.98 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test