UAJMUAJM

JManagERJManagER

Pengaruh Nilai Tradisional terhadap Minat Menjadi Wirausahawan Sosial – sebuah studi empiris pada mahasiswa Universitas Atma Jaya Makassar. Nilai tradisional yang telah ada dalam keluarga, klan, atau suku seperti bakti kepada orang tua, kejujuran, kesabaran, tolong‑menolong, toleransi, atau rasa hormat terhadap pendapat orang lain sangat penting bagi kehidupan manusia. Nilai‑nilai tersebut dapat ditanamkan secara tepat dan menjadi pedoman bagi individu, termasuk mahasiswa, dalam pekerjaan mereka di masa depan. Pada masa pandemi saat ini, wirausaha sosial menjadi sangat penting bagi masyarakat. Pendirian dan pengelolaan usaha sosial kini semakin menjadi tren global, termasuk di Indonesia. Pendiri serta pekerja wirausaha sosial memiliki peran signifikan dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial yang dihadapi era kini. Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi terkini, wirausahawan ini berupaya menciptakan dampak positif yang meningkatkan kualitas hidup di sekitarnya. Dalam konteks wirausaha sosial, motivasi utama bukanlah pencarian keuntungan semata, melainkan menjadi agen perubahan bagi dunia. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tingkat idealisme tinggi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus menumpahkan idealisme tersebut pada nilai‑nilai tradisional yang diwariskan secara turun‑menurun, yang pada gilirannya mendorong minat mereka menjadi wirausahawan sosial.

Analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai tradisional (TV) memiliki rata‑rata di atas empat dengan deviasi standar kurang dari satu, menandakan kesadaran nilai tradisional yang tinggi, sekaligus niat menjadi wirausahawan sosial (ISE) juga rata‑rata di atas empat, menunjukkan persetujuan kuat responden.Pengujian hipotesis mengungkap bahwa nilai tradisional berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menjadi wirausahawan sosial.Oleh karena itu, nilai tradisional yang luhur harus terus dipromosikan kepada mahasiswa dan generasi milenial serta generasi Z dan α, karena nilai tersebut penting bagi pembangunan dan keberlanjutan masyarakat.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi nilai tradisional ke dalam kurikulum kewirausahaan memengaruhi intensi wirausaha sosial mahasiswa di berbagai fakultas, dengan membandingkan hasil antara program studi yang berbeda. Selanjutnya, perlu diteliti peran teknologi digital sebagai mediator antara nilai tradisional dan motivasi wirausaha sosial pada generasi Z, untuk memahami apakah platform digital memperkuat atau melemahkan pengaruh nilai budaya. Selain itu, studi longitudinal yang melacak dampak intervensi berbasis nilai tradisional terhadap pembentukan usaha sosial nyata selama beberapa tahun dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan efek pendidikan nilai tradisional pada perilaku kewirausahaan sosial.

Read online
File size283.8 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test