ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Abdi SeniAbdi Seni

Batik Girilayu sebagai salahsatu industri kreatif unggulan Kabupaten Karanganyar saat ini telah banyak mengalami kemajuan cukup pesat. Motif dan fungsi dari produk batik di Girilayu dipandang perlu pengembangan agar dapat meraih pasar dari sisi yang berbeda. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini sebagai upaya membuka peluang pasar batik yang lebih luas. Tujuan dari kegiatan ini agar pelaku industri kreatif batik pada Kelompok Batik Giriarum, Desa Girilayu, mampu menciptakan motif-motif batik untuk fesyen dan home décor yang saat ini mulai banyak digemari. Metode yang digunakan guna mencapai tujuan tersebut yakni berupa pelatihan dan pendampingan penggalian ide kreatif dan penciptaan motif batik yang sesuai dengan kecenderungan selera calon konsumen. Pelatihan dan pendampingan diversifikasi produk batik yang akan dilaksanakan dengan didukung oleh kemampuan teknis yang sudah dimiliki para perajin batik di kelompok Batik Giriarum akan mampu menciptakan produk-produk yang diminati oleh konsumen. Produk-produk fesyen selain baju dan kain serta produk home décor akan menjadi pembeda dari kompetitor batik, sehingga peluang pasar terbuka lebar.

Pelatihan pengembangan produk batik yang diselenggarakan oleh Tim RG Pengkajian Seni, Prodi Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret pada 8 Juni dan 13 Juli 2024 melibatkan 15 perajin Paguyuban Batik Giriarum untuk memperkenalkan prinsip desain motif dan diversifikasi produk.Melalui dua pertemuan, peserta memperoleh pengetahuan praktis tentang perancangan motif, teknik produksi fesyen (seperti T‑shirt) dan home décor (patchwork, trapunto), serta evaluasi kritis untuk meningkatkan kompetitivitas produk.Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan estetika dan teknis perajin, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk batik berbasis fashion dan interior.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi sejauh mana penerapan teknologi digital dalam proses desain motif batik dapat meningkatkan inovasi estetika dan mengurangi waktu produksi, dengan menguji respon pasar terhadap motif yang dihasilkan secara digital dibandingkan motif tradisional. Selanjutnya, studi longitudinal dapat menilai dampak pelatihan desain motif dan diversifikasi produk terhadap keberlanjutan usaha UMKM batik Giriarum selama lima tahun, khususnya dalam hal peningkatan pendapatan, diversifikasi pasar, dan kemampuan adaptasi terhadap tren fashion global. Terakhir, penelitian dapat mengkaji efektivitas integrasi konsep home décor berbasis batik dalam memperkuat identitas budaya lokal serta kontribusinya terhadap pengembangan pariwisata budaya, melalui survei kepuasan konsumen dan analisis nilai tambah produk pada pasar domestik dan internasional.

Read online
File size1.25 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test