STIMAIMMISTIMAIMMI

Equilibrium Point : Jurnal Manajemen dan BisnisEquilibrium Point : Jurnal Manajemen dan Bisnis

Zakat, selain sebagai kewajiban bagi umat Muslim yang memenuhi syarat, adalah bentuk redistribusi kekayaan yang penting dalam mengurangi kesenjangan ekonomi dan membantu mereka yang membutuhkan. Program zakat yang efektif dan transparan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Indonesia secara signifikan. Amil Zakat tidak hanya menghimpun dan menyalurkan dana, tetapi juga mendampingi dan membina mustahik untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi. Untuk mencapai produktivitas maksimal, perlu peningkatan efisiensi administrasi dan kapasitas Amil Zakat dalam melaksanakan tugasnya dengan lebih efektif dan bersaing. Pelatihan dan pengembangan kapasitas Amil Zakat di Kota Serang juga penting agar mereka dapat bekerja lebih profesional. Produktivitas Amil Zakat dipengaruhi oleh keterampilan manajerial yang kurang, sumber daya yang tidak memadai, dan sistem pendukung yang tidak efisien. Selain itu, kondisi ekonomi yang tidak stabil atau tingkat pendidikan yang rendah bisa menjadi hambatan dalam implementasi program zakat yang efektif. Manajemen kinerja yang baik, yang mencakup pengukuran kinerja, analisis dampak, dan umpan balik dari para pemangku kepentingan, penting untuk memastikan program zakat berjalan sesuai tujuan dan memberikan dampak yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei, kuesioner, dan observasi, serta analisis data menggunakan SPSS versi 29. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan satu satuan dalam manajemen kinerja meningkatkan produktivitas kerja sebesar 0,687, dengan hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel tersebut.

Berdasarkan analisis pengaruh Manajemen Kinerja terhadap Produktivitas Kerja di Badan Amil Zakat Nasional Kota Serang, ditemukan bahwa Manajemen Kinerja dapat meningkatkan Produktivitas Kerja dengan persamaan regresi Y=6,699 0,687X.Uji hipotesis menunjukkan nilai thitung sebesar 8,431, yang lebih besar dari ttabel sebesar 1,701, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, menandakan hubungan yang sangat signifikan.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,847 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara Manajemen Kinerja dan Produktivitas Kerja, dengan koefisien determinasi (KD) sebesar 71,7%, yang berarti 71,7% variasi dalam Produktivitas Kerja dapat dijelaskan oleh Manajemen Kinerja, sementara 28,3% dipengaruhi oleh faktor lain seperti program pelatihan, motivasi kerja, dan hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan yang tidak diamati secara keseluruhan.

Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh variabel lain seperti motivasi kerja, kepemimpinan, pelatihan, pengembangan, dan teknologi informasi terhadap produktivitas pegawai. Selain itu, penelitian dapat dilakukan di lembaga zakat lain untuk membandingkan praktik manajemen kinerja dan produktivitas kerja. Peneliti juga dapat mengevaluasi dampak penggunaan teknologi digital dalam proses administrasi zakat terhadap efisiensi kerja Amil Zakat. Dengan memperluas cakupan variabel dan objek penelitian, diharapkan dapat diperoleh wawasan lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas pegawai di lembaga zakat.

Read online
File size373.34 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test