POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Journal of Midwifery Science: Basic and Applied ResearchJournal of Midwifery Science: Basic and Applied Research

Pengetahuan memiliki peran penting dalam pelaksanaan tindakan karena tindakan yang didasarkan pada pengetahuan secara prinsip lebih baik. Suami yang memiliki pengetahuan baik tentang pencegahan stunting dapat memberikan dukungan kepada ibu dengan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan menyusui. Dukungan suami merupakan elemen paling penting dalam membantu individu menyelesaikan masalah; dengan dukungan tersebut kepercayaan diri dan motivasi untuk menghadapi masalah meningkat. Dukungan keluarga, khususnya suami, sangat dominan dalam memberikan bantuan moral dan fisik selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan suami dengan dukungan kepada ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross‑sectional. Penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Blora dengan populasi 92 suami ibu hamil yang menjalani pemeriksaan pada Agustus 2024. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 75 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan dukungan. Analisis data menggunakan uji Fishers Exact dengan tingkat kesalahan 5 %. Hasil menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan suami dan dukungan kepada ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting dengan nilai p‑value 0,002 < 0,05. Diperlukan peningkatan konseling bagi ibu hamil tentang pencegahan stunting dengan melibatkan keluarga, khususnya suami.

Berdasarkan hasil uji fishers exact diperoleh p value sebesar 0,002 < 0,05 yang artinya ada hubungan pengetahuan suami terhadap dukungan kepada ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting di UPTD Puskesmas Blora.Simpulan lain yang tuliskan yaitu sebagian besar dapat peneliti pengetahuan responden dalam kategori cukup yaitu sebanyak 47 orang (62,7%) dan sebagian besar suami mendukung ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting yaitu sebanyak 41 orang (54,7%).Sedangkan dari karakteristik responden dapat disimpulkan bahwa sebagian besar umur responden adalah dewasa awal yaitu sebanyak 51 orang (68%), pendidikan SMA/SMK sebanyak 53 orang (70,7%) dan pekerjaan adalah wiraswasta sebanyak 57 orang (76%).

Penelitian lanjutan dapat meneliti efektivitas intervensi konseling digital yang melibatkan suami dalam meningkatkan pengetahuan dan dukungan terhadap ibu hamil, dengan membandingkan kelompok yang menerima materi digital melalui aplikasi pesan dengan kelompok kontrol yang hanya mendapatkan konseling konvensional. Selanjutnya, sebuah studi kohort longitudinal dapat mengkaji dampak peningkatan pengetahuan suami terhadap tingkat kejadian stunting pada anak-anak selama dua tahun setelah persalinan, untuk menilai apakah peningkatan dukungan suami berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting. Terakhir, penelitian komparatif dapat menyelidiki peran tingkat pendidikan suami dibandingkan dengan pengetahuan spesifik tentang stunting dalam memprediksi kualitas dukungan yang diberikan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor mana yang paling berpengaruh dalam memfasilitasi perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil. Ketiga rancangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai strategi optimal untuk melibatkan suami dalam program pencegahan stunting.

Read online
File size284.3 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test