FKIP UWGMFKIP UWGM
Script JournalScript JournalAbstrak: Latar belakang: Kajian lanskap linguistik kebanyakan menekankan teks tertulis pada ruang publik kontemporer. Penelitian ini memperluas konsep Semiotic Landscapes ke konteks pra‑literasi dengan menelaah pictogram Gua Liangkabori di Muna sebagai bentuk komunikasi publik prasejarah. Tujuannya adalah menganalisis bagaimana pictogram tersebut berfungsi sebagai elemen lanskap semiotik prasejarah yang menyampaikan komunikasi visual dan makna sosial. Metode: Penelitian kualitatif ini menggabungkan pendekatan semiotik visual dengan analisis arkeologis, menggunakan data pictogram berbasis hematit yang didukung oleh pemindaian 3D dan analisis spektroskopik untuk memeriksa teknik melukis pada permukaan karst. Temuan: Pictogram menunjukkan fungsi informasional dan simbolik; motif berburu dan perahu mengindikasikan strategi subsistensi serta orientasi maritim, motif layang‑layang dapat mengisyaratkan pemahaman prinsip aerodinamika dasar dan praktik komunal, sementara simbol matahari mencerminkan kepercayaan kosmologis. Temuan bersifat interpretatif dan tidak dapat dianggap sebagai niat historis yang dapat diverifikasi. Kesimpulan: Gua Liangkabori dapat dipahami sebagai sistem komunikasi visual prasejarah; representasi visual kemungkinan besar digunakan untuk menyampaikan pengetahuan ekologi, praktik maritim, dan sistem kepercayaan, meskipun interpretasi masih bersifat tentatif. Originalitas: Penelitian ini memperluas ruang lingkup kajian lanskap linguistik ke konteks prasejarah serta mengusulkan seni batu sebagai bentuk lanskap semiotik dalam masyarakat pra‑literasi.
Penelitian menunjukkan bahwa gambar batu prasejarah di Gua Liangkabori dapat dipahami sebagai bagian dari sistem visual semiotik yang mencerminkan pengetahuan ekologi, mobilitas, interaksi sosial, dan makna simbolik, meskipun interpretasinya bersifat inferensial dan bergantung pada konteks.Studi ini secara hati‑hati memperluas kerangka Semiotic Landscape ke konteks pra‑literasi serta menyoroti keterbatasan hasil akibat sampel purposif dan kurangnya bukti historis langsung.Oleh karena itu, pelestarian situs gua yang rapuh sangat penting untuk mendukung penelitian interdisipliner lebih lanjut mengenai komunikasi pra‑sejarah dan warisan budaya.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi representasi visual pada seluruh 38 gua Liangkabori dengan pendekatan kuantitatif sistematis untuk menilai apakah motif‑motif yang dipilih secara purposif representatif secara statistik. Selanjutnya, penerapan teknologi non‑invasif seperti pemindaian 3D portabel dan pencitraan hiperspektral dapat memperdalam pemahaman tentang komposisi pigmen, teknik melukis, dan tingkat degradasi artefak, sehingga memberikan data yang lebih akurat bagi interpretasi semiotik. Selain itu, sebuah studi etnoarkeologis komparatif yang melibatkan komunitas Muna kontemporer dapat menguji kemungkinan kontinuitas simbolik atau praktik budaya, dengan tetap mengedepankan kehati‑hatian dalam menghindari analogi berlebihan, sehingga menghasilkan wawasan baru tentang hubungan antara seni batu prasejarah dan budaya modern.
- MULTILINGUISTICISM IN THE LINGUISTIC LANDSCAPE OF TRANSPORTATION IN KUPANG | Beeh | LiNGUA: Jurnal Ilmu... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/humbud/article/view/17737MULTILINGUISTICISM IN THE LINGUISTIC LANDSCAPE OF TRANSPORTATION IN KUPANG Beeh LiNGUA Jurnal Ilmu ejournal uin malang ac index php humbud article view 17737
- Script Journal. ver visual prehistoric public spaces linguistic landscape study liangkabori cave script... jurnal.fkip-uwgm.ac.id/index.php/Script/article/view/2360Script Journal ver visual prehistoric public spaces linguistic landscape study liangkabori cave script jurnal fkip uwgm ac index php Script article view 2360
| File size | 800.56 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UAIUAI Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi denganPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan
STIEPEMUDASTIEPEMUDA Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik, manajer, dan beberapa barista, observasi langsungMenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik, manajer, dan beberapa barista, observasi langsung
UNUSIDAUNUSIDA Hasil dari perancangan ini adalah buku ilustrasi mengenai orang – orang toxic di kehidupan sehari - hari. Perancangan ini menghasilkan desain karakterHasil dari perancangan ini adalah buku ilustrasi mengenai orang – orang toxic di kehidupan sehari - hari. Perancangan ini menghasilkan desain karakter
UNUSIDAUNUSIDA Kemasan tidak lagi hanya berfungsi sebagai wadah dan pelindung; namun juga dapat digunakan untuk berkomunikasi secara visual kepada konsumen, sehinggaKemasan tidak lagi hanya berfungsi sebagai wadah dan pelindung; namun juga dapat digunakan untuk berkomunikasi secara visual kepada konsumen, sehingga
UNUSIDAUNUSIDA Material utama berupa kain kap jeep dan material pendukung spon eva anti air dan tidak mudah robek. Dimensi yang dirancang tidak menyalahi Peraturan LaluMaterial utama berupa kain kap jeep dan material pendukung spon eva anti air dan tidak mudah robek. Dimensi yang dirancang tidak menyalahi Peraturan Lalu
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Tugas akhir ini menghasilkan produk media pembelajaran pengenalan huruf hijaiyah yang bernama Madani Hijaiyah. Madani Hijaiyah ini memiliki 5 fitur utama,Tugas akhir ini menghasilkan produk media pembelajaran pengenalan huruf hijaiyah yang bernama Madani Hijaiyah. Madani Hijaiyah ini memiliki 5 fitur utama,
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Kembang goyang merupakan salah satu camilan tradisional Betawi yang kurang mendapat minat dibandingkan dengan camilan-camilan modern lainnya. Kemasan yangKembang goyang merupakan salah satu camilan tradisional Betawi yang kurang mendapat minat dibandingkan dengan camilan-camilan modern lainnya. Kemasan yang
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Desain buku ilustrasi mengangkat fenomena sosial tentang usaha mereka agar diterima di masyarakat lagi. Pengumpulan data kualitatif didapatkan dengan caraDesain buku ilustrasi mengangkat fenomena sosial tentang usaha mereka agar diterima di masyarakat lagi. Pengumpulan data kualitatif didapatkan dengan cara
Useful /
IAI MBIMAIAI MBIMA Pelatihan Verifikasi Informasi bagi anak muda dan perangkat Desa Bakalerek dilaksanakan dengan tujuan untuk mengatasi masalah penyebaran hoaks ataupunPelatihan Verifikasi Informasi bagi anak muda dan perangkat Desa Bakalerek dilaksanakan dengan tujuan untuk mengatasi masalah penyebaran hoaks ataupun
UGMUGM Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut yang signifikan, termasuk Echinodermata yang hidup di perairan dangkal dan dalam. Pantai Mesra, Gunung Kidul,Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut yang signifikan, termasuk Echinodermata yang hidup di perairan dangkal dan dalam. Pantai Mesra, Gunung Kidul,
UGMUGM Kelompok kontrol (K) mendapat pakan basal, perlakuan 1 (P1) dan P2 diberikan ampas kelapa non fermentasi (1% dan 2%), sedangkan P3 dan P4 diberikan ampasKelompok kontrol (K) mendapat pakan basal, perlakuan 1 (P1) dan P2 diberikan ampas kelapa non fermentasi (1% dan 2%), sedangkan P3 dan P4 diberikan ampas
UGMUGM 1, BDNF, FOXP2, COMT, NR3C1, KIBRA, H-Ras, dan ERK1/2 mengungkapkan peran penting mereka dalam proses memori.memahami gangguan dalam homeostasis neurotransmitter1, BDNF, FOXP2, COMT, NR3C1, KIBRA, H-Ras, dan ERK1/2 mengungkapkan peran penting mereka dalam proses memori.memahami gangguan dalam homeostasis neurotransmitter