POLTEKHARBERPOLTEKHARBER

PARAVISUAL : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan MultimediaPARAVISUAL : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Multimedia

Kembang goyang merupakan salah satu camilan tradisional Betawi yang kurang mendapat minat dibandingkan dengan camilan-camilan modern lainnya. Kemasan yang kurang menarik menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi rendahnya daya beli konsumen terhadap camilan ini. Untuk itulah diperlukan inovasi desain kemasan yang menarik dengan mengusung tema kebaruan tanpa meninggalkan ciri khas dari budaya Betawi itu sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa kemasan yang baik adalah kemasan yang mampu menyampaikan tujuannya kepada konsumen. Dalam hal ini, penggunaan ilustrasi menjadi poin penting dalam merancang sebuah kemasan karena ilustrasi mampu menyampaikan pesan secara visual. Penerapan ilustrasi akan memberikan nuansa baru terhadap kemasan sekaligus memberikan identitas atau ciri khas produk kembang goyang serta menjadikannya berbeda dengan produk lain yang sejenis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka yang mengacu pada referensi buku maupun sumber digital lainnya berupa jurnal ilmiah, artikel maupun laman pada website. Adapun metode pengumpulan data yang diperoleh ini merupakan hasil hipotesis dan pengembangan ide dari sumber-sumber yang sudah ada. Output yang dihasilkan dari penelitian ini adalah berupa rancangan ilustrasi doodle art pada kemasan kembang goyang yang diharapkan mampu meningkatkan minat dan daya beli masyarakat terhadap camilan tradisional kembang goyang.

Kembang goyang merupakan camilan khas Betawi yang pada umumnya dikelola oleh industri UMKM.Desain kemasan memiliki peran penting untuk meningkatkan daya jual suatu produk.Maka dari itu, penerapan ilustrasi doodle art dengan konsep budaya Betawi akan membuat kemasan camilan tradisional kembang goyang menjadi lebih menarik, unik dan modern, tanpa meninggalkan identitas aslinya.Ilustrasi doodle art menggunakan ikon-ikon kota Jakarta menjadi representasi identitas yang memuat pesan serta tujuan kepada masyarakat bahwa kembang goyang merupakan camilan tradisional yang berasal dari Jakarta atau bagian dari budaya Betawi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara mendalam pengaruh desain kemasan doodle art terhadap perilaku konsumen, khususnya remaja, dalam memilih camilan tradisional. Hal ini penting untuk memahami apakah inovasi desain kemasan benar-benar mampu meningkatkan daya tarik dan minat beli terhadap kembang goyang. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis yang berkelanjutan untuk UMKM kembang goyang, dengan mempertimbangkan aspek desain kemasan, pemasaran digital, dan kolaborasi dengan pihak lain. Dengan demikian, UMKM tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat identitas merek dan daya saing di pasar. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan material kemasan yang ramah lingkungan untuk kembang goyang, sejalan dengan tren konsumen yang semakin peduli terhadap isu keberlanjutan. Pengembangan kemasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bertanggung jawab secara lingkungan, dapat menjadi nilai tambah bagi produk dan meningkatkan citra positif merek di mata konsumen.

  1. ANALISIS PERANAN DESAIN KEMASAN TERHADAP BRAND IDENTITY DARI SEBUAH PRODUK MAKANAN LOKAL INDONESIA DENGAN... journal.ubm.ac.id/index.php/ncci/article/view/1316ANALISIS PERANAN DESAIN KEMASAN TERHADAP BRAND IDENTITY DARI SEBUAH PRODUK MAKANAN LOKAL INDONESIA DENGAN journal ubm ac index php ncci article view 1316
Read online
File size628.24 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test