STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA

Journal of Information System, Informatics and ComputingJournal of Information System, Informatics and Computing

Prestasi belajar mahasiswa menjadi barometer keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memotivasi mahasiswa agar meningkatkan prestasi belajar adalah memberikan beasiswa sebagai bentuk apresiasi dari instansi atau lembaga pendidikan tempat mereka belajar. Melalui Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat membantu para pimpinan atau bagian berwenang dalam mengambil keputusan yang tepat untuk pemilihan dan pemberian beasiswa berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini memberikan kriteria yang lebih penting untuk menentukan alternatif pemilihan bagi calon penerima beasiswa. Penelitian ini menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Perbandingan berpasangan diberikan untuk memperoleh tingkat kepentingan dari kriteria. Indek Prestasi Kumulatif (IPK), Keadaan Ekonomi dan Prestasi. Kriteria keadaan ekonomi memiliki sub kriteria perbadingan berpasangan berupa penghasilan orang tua dan jumlah saudara, sedangkan prestasi memiliki sub krieria apakah memiliki prestasi baik lokal, Nasional dan Internasional atau tidak memiliki prestasi. Perbadingan Kriteria berpasangan dimana IPK memiliki nilai terbesar yaitu 0,63 yang diikuti dengan prestasi dengan nilai 0,26 dan keadaan ekonomi dengan nilai 0,11., sehingga dari hasil perhitungan tiga alternative didapatkan peringkat teratas dengan perolehan nilai 0,531337.

Tingkat kepentingan kriteria dan sub‑kriteria menjadi poin penting dalam penentuan bobot prioritas yang menjadi acuan hasil akhir.Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbukti lebih signifikan dibandingkan kondisi ekonomi dan prestasi non‑akademik, serta sub‑kriteria penghasilan orang tua lebih penting daripada jumlah saudara.Dengan nilai tertinggi 0,531337, mahasiswa yang terpilih berhak menerima beasiswa.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas penerapan model AHP ini dengan melibatkan data mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia untuk menguji keabsahan dan generalisasi bobot kriteria yang telah ditetapkan; selanjutnya, kajian dapat mengintegrasikan metode fuzzy AHP atau teknik multi‑criteria decision making lainnya guna menangani ketidakpastian dan subjektivitas dalam penilaian kriteria, khususnya pada sub‑kriteria ekonomi dan prestasi non‑akademik; terakhir, penelitian dapat menilai dampak jangka panjang pemberian beasiswa yang dipilih melalui metode ini terhadap prestasi akademik, retensi mahasiswa, dan kontribusi sosial mereka setelah lulus, sehingga memberikan gambaran lebih komprehensif tentang efektivitas keputusan seleksi beasiswa.

  1. IMPLEMENTATION OF THE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS METHOD IN THE SELECTION OF PROSPECTIVE SCHOLARSHIP... journal.stmikjayakarta.ac.id/index.php/jisicom/article/view/1290IMPLEMENTATION OF THE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS METHOD IN THE SELECTION OF PROSPECTIVE SCHOLARSHIP journal stmikjayakarta ac index php jisicom article view 1290
  2. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA DI MADRASAH MENGGUNAKAN FUZZY AHP | Jurnal Mnemonic.... ejournal.itn.ac.id/index.php/mnemonic/article/view/2258SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA DI MADRASAH MENGGUNAKAN FUZZY AHP Jurnal Mnemonic ejournal itn ac index php mnemonic article view 2258
Read online
File size835.72 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test