HKBPHKBP

SeprenSepren

Penelitian ini melakukan perhitungan terhadap pemilihan prioritas yang mempengaruhi pengukuran suatu kinerja lingkungan yaitu dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang termasuk salah satu metode pengambil keputusan. Untuk menentukan tingkat prioritas pilihan, beberapa dimensi dapat menjadi acuan dalam pengukuran kinerja lingkungan. Dan dalam penelitian ini diperoleh 5 dimensi sebagai acuan dalam penentuan tingkat prioritas pada pengukuran kinerja lingkungan pada perumahan Villa Zeqita Medan Tuntungan di masa pandemi covid-19 yaitu Aksesibilitas, Drainase, Fasilitas Komersial, Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau. Kajian yang dilalukan pada penelitian ini berdasarkan hasil survei tingkat kepuasan masyarakat perumahan di masa pandemi, lalu ditentukan dengan cara perangkingan dan menyusun prioritas dengan menggunakan metode AHP. Hasil analisis AHP dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa kriteria Aksesibilitas adalah kriteria prioritas tertinggi untuk pengukuran kinerja lingkungan perumahan didapat bobot dengan nilai 0,359 atau 35,9%. Kemudian yaitu kriteria Fasilitas Komersial dengan nilai bobot 0,251 atau 25,1%, kriteria Drainase dengan nilai bobot 0,203 atau 20,3%, kriteria Pengelolaan sampah dengan nilai bobotnya 0,101 atau 10,1% dan terakhir kriteria Ruang terbuka hijau juga dapat nilai bobot yaitu 0,087 atau 8,7%.

Berdasarkan hasil pembahasan kajian metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam bab 4 dengan 20 sub kriteria kinerja lingkungan perumahan Villa Zeqita Medan Tuntungan di masa pandemi covid-19 maka Penataan Blok Rumah dan Renovasi Tampilan Luar adalah prioritas tingkat pertama, tingkat kedua Kondisi jalan lebar dan baik, serta Lingkungan sosial aman, nyaman, dan menyenangkan adalah prioritas tingkat terakhir.Sedangkan pada faktor kriteria prioritas kinerja lingkungan perumahan Villa Zeqita yaitu kriteria Aksesibilitas yang merupakan kriteria paling penting diperhatikan dan mempengaruhi tingkat kepuasan para penghuni perumahan Villa Zeqita, berikutnya yaitu kriteria Fasilitas Komersial, kriteria Drainase, kriteria Pengelolaan sampah dan kriteria Ruang Terbuka Hijau.Dalam proses memecahkan masalah, AHP merupakan metode yang memiliki kesatuan, kompleks, saling ketergantungan, struktur hierarki, pengukuran, konsisten, sintetis, pertimbangan priritas relatif, dapat menggabungkan hasil penilaian yang berbeda dan pengulangan proses.Namun disamping itu, AHP merupakan metode yang memiliki kelemahan yaitu ketergantungan model AHP pada input utamanya yang berupa persepsi seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subjektifitas sang ahli selain itu juga model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut memberikan penilaian yang keliru, metode AHP ini hanya metode matematis tanpa ada pengujian secara statistik sehingga tidak ada batas kepercayaan dari kebenaran model yang terbentuk dan untuk melakukan perbaikan keputusan harus dimulai kembali dari awal.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan mengkaji lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi prioritas kinerja lingkungan perumahan Villa Zeqita, khususnya dalam konteks pandemi COVID-19. Penelitian ini dapat berfokus pada analisis mendalam tentang bagaimana pandemi mempengaruhi persepsi dan prioritas masyarakat terhadap berbagai aspek lingkungan perumahan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja lingkungan perumahan, seperti implementasi sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif atau pengembangan fasilitas komersial yang berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas lingkungan perumahan dan memberikan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Read online
File size876.38 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test