ITKAITKA

SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanSAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan

Kontaminasi daging babi masih menjadi salah satu masalah dalam kegiatan ekonomi pengadaan daging di masyarakat, termasuk pada produk daging giling. Tidak semua tempat penggilingan daging di pasar dapat menjamin bahwa daging giling tersebut halal tanpa kontaminasi babi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontaminasi DNA babi pada lima sampel daging giling yang diambil dari tempat penggilingan daging di pasar Kelurahan Cempaka Putih. Analisis DNA dilakukan dengan metode RT‑PCR (Real‑Time Polymerase Chain Reaction). Sampel diisolasi DNA‑nya menggunakan Mericon Food Kit, kemudian diuji kemurnian dan konsentrasi menggunakan spektrofotometer, dan selanjutnya diproses RT‑PCR dengan Mericon Pig Kit. Hasil analisis DNA menunjukkan semua sampel daging giling negatif, dimana kontrol negatif tidak menunjukkan peningkatan pada kurva amplifikasi kanal FAM, sedangkan kontrol positif DNA babi menghasilkan nilai Cq yang meningkat pada kanal FAM. Hal ini menegaskan bahwa proses RT‑PCR berjalan baik dan kelima sampel tidak mengandung DNA babi.

Berdasarkan analisis DNA babi menggunakan metode RT‑PCR pada lima sampel daging giling dari pasar Kelurahan Cempaka Putih, semua sampel menunjukkan hasil negatif, tidak terdapat peningkatan kurva pada kanal FAM dan hanya kontrol positif yang menghasilkan nilai Cq 33,051, menandakan bahwa tidak ada kontaminasi DNA babi.Proses RT‑PCR berjalan baik dengan nilai Cq kanal VIC berada dalam rentang 28,91–31,66 untuk semua sampel dan kontrol.Menurut perspektif Islam, makanan yang terkontaminasi DNA babi dianggap haram, sehingga tidak adanya kontaminasi pada sampel menegaskan kehalalan produk tersebut.

Penelitian lanjutan dapat meneliti tingkat kontaminasi DNA babi pada sampel daging giling dengan memperluas cakupan geografis termasuk pasar di wilayah lain untuk mengetahui variasi geografisnya, serta menguji apakah faktor lingkungan pasar berkontribusi pada potensi kontaminasi. Selanjutnya, kajian dapat membandingkan sensitivitas dan spesifisitas metode RT‑PCR dengan teknik deteksi alternatif seperti digital PCR atau metode sequencing untuk meningkatkan akurasi identifikasi kontaminan DNA babi pada produk daging. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas protokol sanitasi dan prosedur pemisahan peralatan di tempat penggilingan daging guna menentukan praktik terbaik yang dapat meminimalkan risiko kontaminasi silang antara produk babi dan non‑babi, dengan menguji dampak implementasi standar kebersihan yang lebih ketat terhadap hasil kebersihan produk.

  1. Cara Memahami dibalik Perintah Thaharah dalam Islam | Holistic al-Hadis. memahami dibalik perintah thaharah... doi.org/10.32678/holistic.v5i1.3250Cara Memahami dibalik Perintah Thaharah dalam Islam Holistic al Hadis memahami dibalik perintah thaharah doi 10 32678 holistic v5i1 3250
  2. Differences in DNA Purity Test Using UV-Vis Spectrophotometer and Nanodrop Spectrophotometer in Type... ijins.umsida.ac.id/index.php/ijins/article/view/553Differences in DNA Purity Test Using UV Vis Spectrophotometer and Nanodrop Spectrophotometer in Type ijins umsida ac index php ijins article view 553
Read online
File size272.3 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test