UNMUSUNMUS

Musamus Law ReviewMusamus Law Review

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan penerapan keadilan restoratif bagi pelaku tindak pidana narkoba anak di Merauke menggunakan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan keadilan restoratif (diversion) untuk pelaku tindak pidana narkoba anak di Stasiun Polisi Merauke rendah, di mana data menunjukkan bahwa 92,8% kasus dari 2021-2023 terus berlanjut ke keadilan formal. Berdasarkan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman, tiga penghalang utama ditemukan: (1) Substansi Hukum, yaitu konflik normatif antara Undang-Undang Narkoba dan Undang-Undang Sistem Peradilan Anak di mana pemberlakuan pasal dengan ancaman pidana lebih dari tujuh tahun secara otomatis menghilangkan persyaratan diversion; (2) Struktur Hukum, dalam bentuk ketidakhadiran Badan Narkoba Nasional (BNN) di tingkat kabupaten dan ketidaktersediaan fasilitas rehabilitasi khusus yang memadai untuk anak di Merauke; dan (3) Budaya Hukum, yang ditandai oleh stigma negatif kuat di masyarakat yang menyalahkan anak sebagai penjual, sehingga menghambat proses reintegrasi sosial. Ketidaksesuaian antara ketiga pilar ini membuat sulit merealisasikan prinsip ultimum remedium dalam menangani anak yang terlibat dalam hukum narkoba.

Penerapan keadilan restoratif untuk pelaku tindak pidana narkoba anak di Merauke menghadapi tantangan signifikan yang berasal dari tiga komponen sistem hukum.konflik substansi hukum, kelemahan struktur institusi, dan stigma budaya yang merugikan.Ketidaksesuaian antara undang-undang narkoba dan sistem peradilan anak menyebabkan pembatasan kemungkinan diversion.Keterbatasan fasilitas rehabilitasi dan kurangnya koordinasi antarlembaga juga menjadi hambatan.Stigma masyarakat terhadap anak sebagai pelaku kejahatan narkoba menghambat proses reintegrasi sosial mereka.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan diversion dalam konteks hukum narkoba Indonesia, khususnya bagaimana mengatasi konflik antara Undang-Undang Narkoba dan Sistem Peradilan Anak. Kedua, studi tentang pengembangan infrastruktur rehabilitasi khusus untuk anak di daerah seperti Merauke dapat menjadi fokus penelitian, termasuk keterlibatan komunitas dalam proses pemulihan. Ketiga, penelitian tentang dampak stigma sosial terhadap proses reintegrasi anak pelaku narkoba perlu dilakukan, dengan fokus pada strategi pengurangan stigma melalui pendidikan dan kesadaran masyarakat.

Read online
File size379 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test