INFLUENCE JOURNALINFLUENCE JOURNAL

One moment, please...One moment, please...

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek konsumsi teh herbal daun sirsak terhadap penurunan tingkat stres pada siswa baru MAN Insan Pakar OKI. Metode yang digunakan meliputi eksperimen laboratorium dan lapangan dengan desain One-Group Pre-Test-Post-Test, termasuk persiapan teh daun sirsak, uji fitokimia (Benedict, FeCl₃, dan saponin), uji mikrobiologi (TPC, Salmonella sp., dan E. coli), serta penilaian psikologis menggunakan kuesioner DASS‑42. Sebanyak 90 responden mengonsumsi satu cangkir teh daun sirsak setiap hari selama tujuh hari, dan tingkat stres diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan signifikan pada skor DASS‑42 (t = 9,12; p < 0,001) dengan ukuran efek besar (Cohens d = 1,15). Temuan ini menyiratkan bahwa teh daun sirsak berpotensi menjadi minuman herbal fungsional yang aman dan mendukung kesejahteraan psikologis siswa dalam beradaptasi dengan lingkungan asrama sekolah.

Penelitian pada 110 siswa baru MAN Insan Cendekia OKI menunjukkan tingkat ketahanan dan kesejahteraan subjektif yang tinggi (rata‑rata 88,57 %), serta hubungan erat di antara keduanya, yang berkontribusi pada adaptasi yang baik terhadap lingkungan sekolah.Konsumsi teh herbal dari ekstrak daun sirsak selama tujuh hari menghasilkan penurunan signifikan pada skor DASS‑42 (p < 0,001, d = 0,80), menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan depresi secara praktis.Hasil uji fitokimia mengidentifikasi keberadaan gula pereduksi rendah‑menengah serta fenolik dan tanin tinggi, yang diperkirakan mendukung relaksasi dan pengurangan stres psikologis, menjadikan teh daun sirsak alternatif alami yang aman untuk meningkatkan kesehatan mental siswa.

Saran penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, dilakukan studi eksperimental dengan variasi dosis dan durasi konsumsi teh daun sirsak untuk menentukan hubungan dosis‑respons serta mengidentifikasi dosis optimal yang menghasilkan penurunan stres paling signifikan pada siswa. Kedua, perlu dilakukan perbandingan efek teh daun sirsak dengan teh herbal lainnya, seperti teh ashwagandha atau teh chamomile, pada populasi yang lebih beragam termasuk remaja dari berbagai latar belakang pendidikan dan tingkat tekanan akademik, guna mengevaluasi keunggulan relatif dan potensi sinergi antar‑herbal. Ketiga, penelitian lanjutan sebaiknya menyelidiki mekanisme biokimia flavonoid dan senyawa fenolik dalam ekstrak daun sirsak melalui pengukuran biomarker neurotransmitter seperti serotonin, dopamin, serta hormon kortisol, sehingga dapat menjelaskan secara detail bagaimana komponen tersebut memodulasi regulasi neurokimia dan mengurangi stres psikologis. Semua pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman ilmiah mengenai terapi herbal alami serta memberikan dasar yang kuat untuk aplikasi praktis dalam program kesehatan mental sekolah, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis generasi muda.

Read online
File size403.4 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test