UGMUGM

Jurnal Kesehatan VokasionalJurnal Kesehatan Vokasional

Latar Belakang: Sirkumsisi merupakan prosedur yang banyak dilakukan di Indonesia, namun waktu pelaksanaannya bervariasi antarwilayah meskipun sirkumsisi dini (neonatal) memiliki keuntungan medis dan ekonomi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dan determinan usia sirkumsisi di Indonesia menggunakan pendekatan mixed-methods. Metode: Data dikumpulkan dari berbagai penyedia layanan sirkumsisi di beberapa provinsi. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menilai distribusi usia, sementara wawancara kualitatif mengeksplorasi pengambilan keputusan orang tua. Temuan diinterpretasikan menggunakan Health Belief Model dan Social Ecological Model. Hasil: Sebagian besar sirkumsisi dilakukan pada usia 6–10 tahun, menunjukkan pola dominan usia sekolah. Terdapat variasi regional, dengan sirkumsisi lebih dini di Nusa Tenggara Barat dan Jawa Barat, serta lebih lambat di Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. Keputusan dipengaruhi oleh norma budaya, keyakinan agama, kesiapan finansial, persepsi nyeri, dan ekspektasi sosial. Faktor ekonomi juga berperan; penundaan sering terkait dengan perencanaan biaya dan acara, sedangkan sirkumsisi dini dianggap lebih efisien. Kesimpulan: Waktu sirkumsisi di Indonesia dipengaruhi oleh faktor multi-level di luar pertimbangan medis. Diperlukan pendekatan sensitif budaya untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Waktu sirkumsisi di Indonesia dipengaruhi oleh faktor multi-level di luar pertimbangan medis.Diperlukan pendekatan sensitif budaya untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.Faktor budaya, ekonomi, dan sosial berperan signifikan dalam menentukan usia sirkumsisi.Penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami dinamika ini secara lebih mendalam.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengkaji dampak kebijakan ekonomi seperti subsidi atau program jaminan kesehatan terhadap waktu sirkumsisi di berbagai daerah. Kedua, studi lebih lanjut tentang peran norma budaya dan tradisi lokal dalam membentuk praktik sirkumsisi, terutama di daerah dengan variasi regional yang signifikan. Ketiga, penelitian tentang efek jangka panjang kesehatan antara sirkumsisi dini dan terlambat, termasuk risiko infeksi dan kepuasan orang tua. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi keputusan sirkumsisi dan memberikan dasar untuk strategi intervensi yang lebih efektif.

  1. Determinants of Circumcision Timing in Indonesia: A Mixed-Methods Study of Health, Cultural, and Socioeconomic... journal.ugm.ac.id/jkesvo/article/view/116580Determinants of Circumcision Timing in Indonesia A Mixed Methods Study of Health Cultural and Socioeconomic journal ugm ac jkesvo article view 116580
Read online
File size1.53 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test