DELIHUSADADELIHUSADA

Deli Medical and Health Science JournalDeli Medical and Health Science Journal

Rumah sakit merupakan tempat kerja dengan risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan sumber daya manusia, pasien, pendamping, pengunjung, serta lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) di RSUD dr. M. Thomsen Nias dengan menggunakan pendekatan mixed‑methods desain explanatory sequential yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif secara berurutan. Data kuantitatif diperoleh melalui survei menggunakan formulir checklist berdasarkan Lampiran 2 Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara yang diarahkan oleh temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pencapaian implementasi SMK3 sebesar 56,25% (kategori kurang), dengan 36 dari 64 kriteria terpenuhi dan 28 tidak terpenuhi; komitmen kebijakan tertulis belum ada, meskipun telah dikeluarkan keputusan pembentukan organisasi dan komite OHS, serta perencanaan OHS dalam bentuk program kerja, namun pelaksanaannya belum optimal.

Audit awal menunjukkan tingkat pencapaian SMK3 di RSUD dr.Meskipun kebijakan tertulis belum lengkap, komite K3 telah menyusun rencana kerja K3 pada tahun 2023, namun pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, serta peninjauan masih belum memenuhi prinsip‑prinsip SMK3 karena kurangnya dokumentasi dan tenaga pengurus penuh waktu.Diperlukan peningkatan koordinasi, penetapan kebijakan tertulis, serta penyediaan sumber daya manusia dan dokumentasi yang memadai untuk mencapai kepatuhan penuh terhadap standar SMK3.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana dampak jangka panjang implementasi SMK3 terhadap tingkat kejadian kecelakaan kerja dan kualitas layanan di RSUD dr. M. Thomsen Nias, dengan menggunakan desain longitudinal untuk memantau perubahan selama lima tahun; (2) perbandingan efektivitas implementasi SMK3 antara RSUD dr. M. Thomsen Nias dan rumah sakit sejenis di wilayah Sumatera Utara, guna mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan dan hambatan yang bersifat kontekstual; serta (3) pengembangan dan evaluasi sistem digital terintegrasi untuk monitoring kebijakan, pelaksanaan, dan evaluasi K3, yang melibatkan aplikasi mobile berbasis GIS serta modul pelatihan daring bagi tenaga kesehatan, sehingga dapat meningkatkan akurasi data, responsibilitas, dan kepatuhan terhadap standar SMK3. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan dasar empiris yang kuat untuk perbaikan kebijakan dan praktik K3 di sektor rumah sakit.

Read online
File size145.21 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test