UKIMUKIM

Karya Kesehatan SiwalimaKarya Kesehatan Siwalima

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam hayati yang signifikan, termasuk tanaman bakau yang dikenal mengandung senyawa bioaktif bernilai farmakologis. Salah satu spesies bakau, Sonneratia alba, mengandung flavonoid, alkaloid, dan steroid yang berpotensi sebagai agen antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi patch jerawat berbasis ekstrak daun Sonneratia alba dan mengevaluasi karakteristik fisik serta aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen laboratorium dengan konsentrasi ekstrak 5% (F1), 7,5% (F2), dan 10% (F3), serta kontrol negatif (F0) dan kontrol positif (ekstrak murni). Evaluasi meliputi sifat organoleptik, pH, keseragaman bobot, ketebalan, daya lentur, elongasi, dan kadar air. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi agar. Hasil menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi parameter kualitas fisik yang diperlukan, dan formulasi F3 (10%) menghasilkan zona hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus, yaitu 18,5 ± 0,58 mm, yang dikategorikan sebagai aktivitas antibakteri kuat. Disimpulkan bahwa ekstrak daun Sonneratia alba berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam formulasi patch topikal untuk jerawat. Disarankan penelitian lanjutan meliputi uji stabilitas, uji iritasi kulit, dan analisis kuantitatif senyawa aktif menggunakan teknik analitik seperti HPLC untuk memastikan keamanan dan khasiat formulasi.

Formulasi patch jerawat mengandung ekstrak daun Sonneratia alba pada konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10% memenuhi semua parameter kualitas fisik yang dievaluasi dan memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami topikal.Formulasi F3 (10%) menunjukkan aktivitas antibakteri paling tinggi terhadap Staphylococcus aureus dengan zona hambat 18,5 ± 0,58 mm, termasuk kategori kuat.Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan terapi anti-jerawat berbasis alam yang berkelanjutan dan efektif, meskipun perlu uji lanjutan mengenai stabilitas, keamanan, dan konsistensi kandungan senyawa aktif.

Pertama, perlu penelitian untuk mengembangkan dan menguji stabilitas formulasi patch jerawat mengandung ekstrak Sonneratia alba dalam berbagai kondisi penyimpanan (suhu dan kelembapan berbeda) selama periode waktu tertentu guna menentukan umur simpan dan integritas fisik-kimia produk. Kedua, diperlukan studi evaluasi toksisitas kulit seperti uji iritasi primer atau uji sensitivitas pada model in vivo atau eks vivo untuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang terhadap kulit manusia. Ketiga, penting dilakukan penelitian kuantifikasi senyawa bioaktif utama (alkaloid, flavonoid, steroid) dalam patch menggunakan teknik HPLC atau spektrofotometri UV-Vis, serta menganalisis profil pelepasan zat aktif secara in vitro untuk memahami kinetika rilis dan optimalisasi dosis terapeutik.

  1. Formulation and Antibacterial Activity Testing of Acne Patch Containing Mangrove Leaf Extract (Sonneratia... doi.org/10.54639/kks.v5i1.1797Formulation and Antibacterial Activity Testing of Acne Patch Containing Mangrove Leaf Extract Sonneratia doi 10 54639 kks v5i1 1797
  2. Ethyl Cellulose and Hydroxypropyl Methyl Cellulose Blended Methotrexate-Loaded Transdermal Patches: In... mdpi.com/2073-4360/13/20/3455Ethyl Cellulose and Hydroxypropyl Methyl Cellulose Blended Methotrexate Loaded Transdermal Patches In mdpi 2073 4360 13 20 3455
Read online
File size465.76 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test