UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA

PROSIDING SAFANAPROSIDING SAFANA

Demam merupakan peningkatan suhu tubuh melebihi batas normal sebagai respon tubuh terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik kombinasi ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens) dan ekstrak daun cabe rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pada lima kelompok mencit jantan yang diinduksi ragi 20% secara subkutan. Kelompok perlakuan terdiri dari kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (parasetamol 1,3 mg/kgBB), serta tiga kombinasi ekstrak dengan konsentrasi 25%:75%, 50%:50%, dan 75%:25%. Hasil uji normalitas menunjukkan semua kelompok terdistribusi normal (p>0,05). Uji statistik One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan terhadap penurunan suhu demam (p<0,05). Analisis lanjut menggunakan uji Post Hoc LSD menunjukkan kombinasi ekstrak 25% sambung nyawa dan 75% cabe rawit memberikan efek antipiretik terbaik dibandingkan kombinasi lain. Dengan demikian, kombinasi kedua ekstrak berpotensi sebagai kandidat bahan alami untuk terapi antipiretik.

Berdasarkan pada hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens) dan ekstrak daun cabe rawit (Capsicum frutescens L.) memiliki potensi sebagai antipiretik dilihat dari aktivitasnya yang mampu menurunkan suhu rektal mencit jantan yang diinduksi oleh ragi.Konsentrasi terbaik dari kombinasi ekstrak daun sambung nyawa adalah konsentrasi 25% ekstrak daun sambung nyawa dan 75% ekstrak daun cabe rawit.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami potensi kombinasi ekstrak daun sambung nyawa dan daun cabe rawit sebagai agen antipiretik. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam kedua ekstrak yang berkontribusi terhadap efek antipiretik, serta memahami mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Kedua, penelitian toksisitas akut dan subkronis pada hewan uji yang lebih besar, seperti tikus, diperlukan untuk memastikan keamanan penggunaan kombinasi ekstrak ini sebagai bahan baku obat. Ketiga, pengembangan formulasi sediaan yang optimal, seperti kapsul atau sirup, dapat meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitas kombinasi ekstrak daun sambung nyawa dan daun cabe rawit dalam terapi demam.

Read online
File size508.61 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test