UBUB

Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral ResearchJournal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research

Gangguan Defisit Perhatian Hiperaktivitas (ADHD) adalah kondisi neurologis kronis yang terjadi pada banyak anak dan ditandai oleh tingkat hiperaktivitas, ketidakmampuan untuk fokus, dan impulsif yang berkelanjutan serta merusak. Saat ini, pengobatan utama untuk ADHD adalah penggunaan obat stimulan seperti Methylphenidate dan Amphetamine, meskipun memiliki berbagai efek samping yang tidak diinginkan, termasuk penurunan pertumbuhan, ketergantungan, dan penggunaan zat. Ginkgo biloba adalah obat herbal tradisional yang telah digunakan untuk mengobati gangguan demensia awal dan demensia lainnya. Artikel ini bertujuan mengevaluasi peran Ginkgo biloba sebagai alternatif pengobatan yang menjanjikan untuk ADHD. Hasil studi menunjukkan bahwa Ginkgo biloba secara signifikan memperbaiki gejala pasien ADHD. Perbaikan ini terkait dengan gejala ADHD yang ditunjukkan oleh penurunan signifikan dalam skor penilaian ADHD orang tua dan guru. Meskipun Ginkgo biloba menunjukkan keunggulan signifikan dibandingkan pengobatan plasebo, masih lebih rendah dibandingkan obat stimulan seperti methylphenidate. Perbaikan ini dapat dikorelasikan dengan kemampuan neuroprotektif EGb761 dan beberapa studi menunjukkan bahwa EGb761 meningkatkan neurotransmisi terutama dalam sistem glutamat, kolinergik, dan dopaminergik.

Penggunaan ekstrak Ginkgo biloba pada pasien ADHD menunjukkan peran signifikan dalam mengurangi gejala yang dialami pasien ADHD menurut skala penilaian ADHD orang tua dan guru.Ginkgo biloba juga menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan pengobatan plasebo, tetapi masih inferior dibandingkan obat stimulan seperti methylphenidate.Karena temuan ini menunjukkan bahwa Ginkgo biloba memiliki peran dan efektivitas tertentu dalam manajemen gejala ADHD, disarankan untuk mengevaluasi lebih lanjut keamanan jangka panjang, efektivitas klinis, dan penentuan dosis Ginkgo biloba dalam ADHD, serta mengevaluasi terapi kombinasi dengan obat stimulan dalam penelitian uji klinis.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas Ginkgo biloba dalam kelompok usia berbeda, seperti anak-anak dengan tingkat keparahan gejala yang berbeda, untuk memahami respons terapeutik yang optimal. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang interaksi Ginkgo biloba dengan obat stimulan yang umum digunakan, seperti methylphenidate, untuk mengevaluasi potensi terapi kombinasi yang aman dan efektif. Terakhir, penelitian bisa fokus pada mekanisme biologis spesifik dari EGb761 dalam meningkatkan fungsi neurotransmisi, terutama pada sistem dopaminergik, untuk mengembangkan pendekatan terapeutik yang lebih tepat guna.

Read online
File size212.74 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test