SRIWIJAYASURGERYSRIWIJAYASURGERY

Sriwijaya Journal of SurgerySriwijaya Journal of Surgery

Pendahuluan: Thorakotomi menimbulkan tantangan fisiologis yang signifikan dengan risiko mortalitas yang tinggi. Penentuan risiko secara objektif pada tahap awal di Unit Perawatan Intensif Umum (GICU) sangat penting untuk mengarahkan manajemen klinis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kegunaan Skor Acute Physiology and Chronic Health Evaluation II (APACHE II) sebagai alat prognostik pada populasi pasca‑thorakotomi yang heterogen di sebuah pusat rujukan tersier di Asia Tenggara. Metode: Studi kohort retrospektif dilakukan pada 33 pasien berturut‑turut yang dirawat di GICU setelah thorakotomi antara Januari dan Desember 2024. Skor APACHE II dihitung menggunakan nilai fisiologis paling menyimpang dalam 24 jam pertama masuk rumah sakit. Outcome utama adalah mortalitas in‑hospital. Analisis statistik meliputi uji non‑parametrik untuk perbandingan kelompok, korelasi peringkat Spearman, dan analisis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC). Aspek baru penelitian ini adalah stratifikasi post‑hoc kohort berdasarkan indikasi operasi utama (malignansi vs non‑malignansi) untuk mengeksplorasi variabilitas prognostik. Hasil: Tingkat mortalitas keseluruhan adalah 27,3% (9 dari 33 pasien). Pasien yang meninggal memiliki median skor APACHE II yang jauh lebih tinggi dibandingkan yang selamat (23 vs 8; p < 0,001). Terdapat korelasi positif yang kuat antara skor APACHE II dan mortalitas (Spearmans ρ = 0,706; p < 0,001). Analisis ROC menunjukkan kemampuan diskriminatif yang sangat baik untuk keseluruhan kohort, dengan Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,956 (95% CI: 0,891–1,000). Skor ≥12,5 diidentifikasi sebagai cut‑off optimal dengan sensitivitas 88,9% dan spesifisitas 87,5%. Analisis komponen APACHE II mengungkapkan bahwa mortalitas terutama dipengaruhi oleh gangguan pada sistem neurologis (GCS), ginjal (kreatinin), dan keseimbangan asam‑basa (pH). Kesimpulan: Pada analisis awal satu pusat ini, skor APACHE II 24 jam pertama menunjukkan potensi sebagai penanda prognostik yang kuat untuk mortalitas in‑hospital setelah thorakotomi. Cut‑off skor sebesar ≥12,5 berhasil mengidentifikasi subkelompok berisiko tinggi. Namun, mengingat keterbatasan signifikan studi ini, termasuk sampel kecil dan heterogen, temuan ini harus diperlakukan sebagai hipotesis‑generatif dan menekankan kebutuhan studi prospektif yang lebih besar untuk memvalidasi cut‑off serta mengembangkan model prognostik yang lebih terperinci bagi subkelompok pasien pasca‑thorakotomi.

Studi ini menunjukkan bahwa skor APACHE II pada 24 jam pertama masuk rumah sakit merupakan penanda prognostik yang menjanjikan untuk mortalitas setelah thorakotomi, dengan cut‑off ≥12,5 memberikan diskriminasi yang sangat baik dan nilai prediktif negatif yang tinggi.Mortalitas terutama dipengaruhi oleh kegagalan neurologis, ginjal, dan metabolik.Karena sampel kecil dan heterogen, hasil ini bersifat hipotesis‑generatif dan memerlukan studi prospektif multi‑pusat yang lebih besar untuk memvalidasi cut‑off serta mengembangkan model prognostik yang lebih spesifik, sementara skor APACHE II harus tetap menjadi salah satu alat pendukung dalam pengambilan keputusan klinis.

Penelitian selanjutnya sebaiknya melaksanakan studi prospektif multi‑pusat dengan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi cut‑off skor APACHE II ≥12,5 serta mengembangkan model prognostik yang disesuaikan untuk subkelompok klinis (misalnya malignansi, infeksi, dan trauma). Selain itu, diperlukan penyelidikan longitudinal mengenai perubahan skor APACHE II selama 48‑72 jam pertama (delta‑APACHE) guna menilai nilai prediktif tambahan dibandingkan nilai tunggal pada 24 jam. Terakhir, integrasi variabel intra‑operatif seperti durasi operasi, kehilangan darah, dan teknik anestesi dengan skor APACHE II dapat menghasilkan model komposit yang lebih akurat untuk memprediksi mortalitas dan mengarahkan intervensi klinis yang tepat.

  1. Establishing an APACHE II Cut-off Score for Predicting Mortality in Post-Thoracotomy Patients: A Single-Center... sriwijayasurgery.com/index.php/sjs/article/view/131Establishing an APACHE II Cut off Score for Predicting Mortality in Post Thoracotomy Patients A Single Center sriwijayasurgery index php sjs article view 131
Read online
File size1.11 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test