JABARPROVJABARPROV

Creative Research JournalCreative Research Journal

Provinsi Jawa Barat menghadapi paradoks pembangunan, yaitu sebagai salah satu destinasi investasi utama nasional, namun secara konsisten mencatatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terhadap TPT di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Menggunakan data panel periode 2020-2024, penelitian ini menerapkan model regresi Random Effect (REM) dengan robust standard errors, serta mengontrol variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE). Hasil estimasi menunjukkan PMDN berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, menandakan perannya dalam penyerapan tenaga kerja. Sebaliknya, PMA berpengaruh positif dan signifikan, mengindikasikan sifat padat modal dan potensi ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch). LPE terbukti signifikan menurunkan TPT, namun IPM secara berlawanan berpengaruh positif. Simpulan utama adalah tidak semua investasi berdampak sama terhadap pasar kerja. Implikasi kebijakan adalah perlunya fokus pada kualitas investasi yang padat karya, terutama dari sumber domestik, serta penyelarasan kualitas sumber daya manusia dengan kebutuhan industri.

Penelitian menemukan bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) secara signifikan menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berpengaruh positif terhadap TPT, menunjukkan investasi asing belum efektif dalam mengurangi pengangguran.Selain itu, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) berkontribusi menurunkan TPT, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) justru meningkatkan TPT, mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia belum diikuti oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja.Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih terarah, memperhatikan karakteristik masing-masing jenis investasi dan faktor pembangunan untuk mengoptimalkan dampaknya terhadap pasar kerja.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas analisis dengan memecah data investasi berdasarkan sektor industri, menggunakan data tingkat perusahaan (firm‑level) untuk mengidentifikasi mekanisme spesifik antara investasi sektor tertentu dan penyerapan tenaga kerja, sehingga dapat mengungkap efek heterogenitas sektor pada pengangguran. Selain itu, studi longitudinal dengan rentang waktu lebih panjang, misalnya dua dekade, perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang investasi serta mengintegrasikan variabel terkait pandemi COVID‑19 sebagai faktor gangguan, guna memahami dinamika investasi‑pengangguran selama krisis dan pemulihan. Selanjutnya, penelitian eksperimental atau quasi‑eksperimental yang mengevaluasi program pelatihan vokasi dan kurikulum berbasis kebutuhan industri dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas intervensi pendidikan dalam mengurangi skill mismatch dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

  1. BEHIND CAPITAL FLOWS: EXAMINING OF FOREIGN DIRECT INVESTMENT (FDI) AND DOMESTIC DIRECT INVESTMENT (DDI)... doi.org/10.34147/crj.v12i01.435BEHIND CAPITAL FLOWS EXAMINING OF FOREIGN DIRECT INVESTMENT FDI AND DOMESTIC DIRECT INVESTMENT DDI doi 10 34147 crj v12i01 435
  2. The effect of FDI on the host countries’ employment: A meta-regression analysis. effect fdi host... rujec.org/article/98252The effect of FDI on the host countriesAo employment A meta regression analysis effect fdi host rujec article 98252
  3. Hukum OKUN: Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran di Indonesia | Jurnal Ekonomi Pembangunan. okun... jurnal.feb.unila.ac.id/index.php/jep/article/view/32Hukum OKUN Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran di Indonesia Jurnal Ekonomi Pembangunan okun jurnal feb unila ac index php jep article view 32
Read online
File size359.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test