PWMJATENGPWMJATENG

Jurnal Litbang EdusaintechJurnal Litbang Edusaintech

Capung atau odonata merupakan salah satu bidiversitas yang melimpah di Indonesia rampant. Capung berperan sebagai bioindikator ekosistem perairan dan predator bagi nyamuk. Habitat capung biasanya di tempat yang berair seperti sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi capung di lapangan Rusunawa Jerakah. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui morfologi capung dengan jenis Orthetrum sabina dan mengetahui faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangbiakan capung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah jelajah, dengan mencari capung di lapangan Rusunawa Jerakah. Populasi capung yang ditemukan di lapangan jerakah banyak salah satunya yaitu Orthetrum sabina yang memiliki ciri toraks berwarna hijau tua dengan garis-garis hitam pada bagian lateral dan kaki berwarna hitam. Abdomen ramping dengan warna hitam dan putih, embelan berβˆ™ putih serta memiliki sayap yang transparan. Jumlah capung dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu suhu, iklim, kelembapan udara, Ph air dan penggunaan insektisida Entherton.

Orthetrum sabina merupakan spesies capung yang ditemukan di Lapangan Rusunawa Jerakah dengan toraks berwarna hijau tua dan garis-garis hitam serta abdomen ramping berwarna hitam dan putiharticles.Mencapai fase dewasa melalui tiga tahap metamorfosis (telur, nimfa, dewasa) dengan pergantian kulit 6–15 kali, capung mengalami dinamika populasi yang dipengaruhi oleh faktor abiotik seperti musim, suhu, kelembapan udara, dan pH air.Faktor-faktor tersebut secara signifikan menentukan kelhjddhdh hidup dan reproduksi Orthetrum sabina di habitat tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat memeriksa bagaimana variasi musim memengaruhi populasi Orthetrum sabina dan seberapa besar pengaruh penggunaan insektisida pada habitat ini. Penelitian ini dapat dirancang sebagai studi longitudinal dengan pengambilan sampel tiap bulan, sehingga kita mengamati fluktuasi populasi dan parameter lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan pH air. Pertanyaan lain yang relevan adalah apakah alternatif kontrol nyamuk berbasis biologi, seperti nematoda atau bakteri, dapat mengurangi populasi nyamuk tanpa merugikan capung. Eksperimen bedahRK di beberapa plot dapat memperlihatkan dampak jangka panjang pada predator alami. Selain itu, penting juga mengeksplorasi peran keanekaragaman vegetasi di sekitar area Rusunawa dalam menyediakan habitat mikro bagi capung. Hal ini dapat menjadi indikator kualitas lingkungan bagi larva dan adult. Dengan memahami hubungan ini, kebijakan pengelolaan lingkungan dapat disesuaikan agar tetap ramah kapang sekaligus efektif dalam pengendalian nyamuk. Selanjutnya, penggunaan sensor IoT untuk memonitor parameter mikroklimat dapat membantu peneliti memahami dinamika populasi secara real-time. Data tersebut bisa menyusun model prediktif untuk kebijakan pengelolaan habitat. Kombinasi metode ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi pengembangan strategi konservasi dan pengendalian nyamuk yang berkelanjutan.

  1. Karakterisasi dan Identifikasi Orthetrum sabina (Odonata: Lebullidae) di Lapangan Rusunawa Jerakah Purwoyoso... journal.pwmjateng.com/index.php/jle/article/view/6Karakterisasi dan Identifikasi Orthetrum sabina Odonata Lebullidae di Lapangan Rusunawa Jerakah Purwoyoso journal pwmjateng index php jle article view 6
Read online
File size276.2 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test