POLTEKBANGPLGPOLTEKBANGPLG

Journal of Airport Engineering Technology (JAET)Journal of Airport Engineering Technology (JAET)

Efisiensi bahan bakar merupakan isu kritis dalam operasi carrier berbiaya rendah, terutama pada rute Jakarta-Ambon dengan nilai strategis tinggi dan tingkat penumpang yang tinggi. Studi ini mengevaluasi korelasi antara level penerbangan (FL) yang dipilih oleh dispatcher dengan FL optimum berdasarkan berat pesawat, membandingkan konsumsi bahan bakar aktual dengan hasil simulasi Quick Determination (QDT), dan menganalisis pengaruh berat pesawat terhadap efisiensi bahan bakar. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan analisis dokumen, observasi langsung di Operation Control Center (OCC), dan wawancara mendalam dengan tiga dispatcher berlisensi. Analisis 30 rencana penerbangan aktual Airbus A320CEO PT. Citilink Indonesia pada November 2024 menunjukkan bahwa 76,6% FL aktual tidak sesuai dengan FL optimum, menghasilkan hukuman bahan bakar 500-1.558 kg per penerbangan dengan rata-rata sekitar 900 kg per penerbangan yang menyimpang. Implementasi metode QDT memungkinkan perencanaan FL yang lebih tepat berdasarkan berat pesawat, memberikan peningkatan signifikan dalam efisiensi bahan bakar operasional.

Studi ini menganalisis pemilihan FL terhadap FL optimum FCOM pada 30 penerbangan Airbus A320CEO PT.Citilink Indonesia di rute Jakarta-Ambon November 2024.(1) 76,6% penerbangan (23/30) beroperasi di bawah FL optimum FCOM, secara universal di FL330 alih-alih FL350, menghasilkan hukuman bahan bakar 326-1.558 kg per penerbangan dengan rata-rata sekitar 900 kg.(2) tujuh penerbangan yang beroperasi di FL350 optimum menunjukkan perbedaan yang dapat diabaikan antara bahan bakar aktual dan simulasi QDT, memastikan akurasi metode.(3) wawancara dispatcher mengungkapkan bahwa penyimpangan mencerminkan adaptasi operasional terstruktur—margin keamanan, kendala cuaca, batasan ATC, dan pembatasan MEL—bukan kesalahan perencanaan.(4) adopsi sistematis verifikasi FL berbasis QDT sebagai standar pra-dispatch dapat menghilangkan sebagian besar konsumsi bahan bakar yang dapat dihindari, diperkirakan sekitar 20.700 kg per bulan di rute ini.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada integrasi data cuaca real-time ke dalam metode QDT untuk meningkatkan akurasi perhitungan bahan bakar. Selain itu, studi tentang dampak variasi beban penumpang terhadap efisiensi bahan bakar pada rute serupa bisa dilakukan. Pengembangan sistem otomatis untuk pemilihan FL berbasis berat pesawat dan kondisi cuaca juga layak diexplore, terutama untuk mengurangi ketergantungan pada pengalaman dispatcher.

  1. FLIGHT LEVEL DETERMINATION: CRUISE ALTITUDE ON FUEL CONSUMPTION FOR AIRBUS A320CEO | Journal of Airport... e-journal.poltekbangplg.ac.id/index.php/jaet/article/view/271FLIGHT LEVEL DETERMINATION CRUISE ALTITUDE ON FUEL CONSUMPTION FOR AIRBUS A320CEO Journal of Airport e journal poltekbangplg ac index php jaet article view 271
  2. 1. ANALISIS TREN EFISIENSI BAHAN BAKAR DALAM INDUSTRI PENERBANGAN STUDI DATA PERFORMANCE PESAWAT | Jurnal... doi.org/10.62828/jau.v4i1.1411 ANALISIS TREN EFISIENSI BAHAN BAKAR DALAM INDUSTRI PENERBANGAN STUDI DATA PERFORMANCE PESAWAT Jurnal doi 10 62828 jau v4i1 141
Read online
File size430.59 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test