UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA

JURNAL PELANGIJURNAL PELANGI

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis di KB Shadira Balikpapan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena keterbatasan waktu interaksi orang tua akibat tuntutan pekerjaan, yang berpotensi memengaruhi perkembangan moral pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan sampel jenuh sebanyak 50 orang tua, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk variabel waktu interaksi (meliputi kuantitas, kualitas komunikasi, dan keterlibatan) dan observasi guru untuk variabel perkembangan moral (mencakup kepatuhan aturan, empati, dan tanggung jawab). Hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi negatif signifikan antara waktu interaksi orang tua dan perkembangan moral anak (r = -0,530; p = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas interaksi orang tua, semakin baik perkembangan moral anak. Namun, kekuatan korelasi ini berada pada kategori sedang (R² = 0,280), menandakan bahwa meskipun interaksi orang tua berperan penting, perkembangan moral anak juga dipengaruhi oleh faktor lain sebesar 72%. Implikasinya, peningkatan waktu interaksi berkualitas antara orang tua dan anak sangat krusial dalam menunjang pembentukan moral anak usia dini. Saran penelitian ini kepada orang tua untuk meningkatkan interaksi berkualitas dengan anak, serta kepada lembaga PAUD untuk memperkuat kolaborasi dan program parenting demi mendukung perkembangan moral anak.

Berdasarkan hasil penelitian tentang korelasi antara waktu interaksi orang tua dan perkembangan moral anak di KB Shadira Balikpapan, ditemukan temuan penting mengenai hubungan antara waktu interaksi orang tua (termasuk kuantitas, kualitas komunikasi, dan keterlibatan dalam aktivitas anak) dan perkembangan moral anak (termasuk pengetahuan dan kepatuhan terhadap aturan, empati, serta kemandirian dan tanggung jawab).Secara statistik, hasil analisis menunjukkan korelasi yang signifikan antara kedua variabel yang diteliti.Temuan ini tercermin dalam nilai koefisien korelasi Pearson sebesar r = -0,530 dengan tingkat signifikansi sig = 0,000, yang menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak terjadi secara kebetulan dan memiliki makna empiris.Nilai signifikansi yang jauh di bawah ambang batas 0,05 menunjukkan bahwa hubungan ini tidak terjadi secara kebetulan, sehingga mendukung penerimaan hipotesis alternatif (Ha) dan menolak hipotesis nol (H0).Kekuatan dan pengaruh interaksi meskipun signifikan, tingkat kekuatan korelasi yang ditemukan berada pada kategori sedang.Melalui koefisien determinasi (R2) sebesar 0,280, dapat disimpulkan bahwa 28% dari variabilitas perkembangan moral anak dipengaruhi secara langsung oleh waktu interaksi orang tua.Angka ini menyoroti peran substansial orang tua dalam membentuk karakter moral anak.Sisa 72% variasi perkembangan moral anak disebabkan oleh faktor-faktor lain di luar fokus penelitian, seperti pola asuh orang tua, keteladanan guru di sekolah, interaksi dengan teman sebaya, lingkungan sosial, dan media digital.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Mengembangkan studi longitudinal untuk mengamati perkembangan moral anak secara lebih mendalam, dengan fokus pada pengaruh jangka panjang interaksi orang tua. (2) Melakukan penelitian kualitatif untuk memahami perspektif anak dan orang tua tentang interaksi dan perkembangan moral, serta mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan interaksi berkualitas. (3) Menganalisis peran media digital dalam pembentukan moral anak, khususnya dalam konteks keluarga dengan orang tua yang sibuk bekerja.

  1. ANALISIS PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MORAL PADA ANAK USIA DINI | Masyhuri | Kumara Cendekia.... jurnal.uns.ac.id/kumara/article/view/94783ANALISIS PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MORAL PADA ANAK USIA DINI Masyhuri Kumara Cendekia jurnal uns ac kumara article view 94783
Read online
File size487.07 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test